Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Dua Shalat Berjamaah dalam Satu Masjid, Bolehkah?

Ahad 15 Nov 2015 19:33 WIB

Rep: Hanan Putra/ Red: Agung Sasongko

Umat Islam melaksanakan shalat berjamaah.

Foto:

Dua Shalat Berjamaah dalam Satu Masjid, Ini Pandangan Ulama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Seluruh ulama sepakat akan keharaman membuat dua shalat berjamaah dalam satu masjid. Imam Malik secara tegas mengatakan, “Tidak boleh ditegakkan dua shalat berjamaah dalam satu masjid.”

Para ulama berpendapat, dua jamaah shalat dalam satu masjid menggambarkan perpecahan umat Islam. Jika ada dua kubu kepemimpinan dalam satu tempat, tentu satu sama lain akan bertikai. Satu imam akan membaca surat al-Fatihah dan ayat Alquran akan beradu suara dengan bacaan imam yang lain.

Demikian juga, suara takbir imam yang satu akan beradu dengan suara takbir imam yang satunya lagi. Intinya, akan ada dua instruksi dari dua imam yang berbeda kepada jamaahnya. Inilah gambaran perpecahan umat Islam dalam shalat. Jika dalam shalat saja umat Islam sudah berpecah belah dengan dua kubu shalat berjamaah, apalagi nantinya di luar shalat. Tentu perpecahan umat Islam akan semakin nyata.

Shalat berjamaah merupakan cerminan kehidupan Islami yang dituntunkan syariat. Semua aspek dalam shalat berjamaah merupakan cerminan kehidupan umat Islam. Seperti merapatkan dan meluruskan shaf, bermakna merapatkan silaturahim, dan meluruskan visi.

Demikian juga, dilarang bagi makmum untuk mendahului gerakan imam. Para makmum harus mengikuti imam setelah takbir dibacakan. Maknanya, dalam realitas kehidupan sehari-hari umat Islam tidak boleh lancang main hakim sendiri sebelum ada kebijakan pemimpin.

Jika seorang pemimpin memerintahkan rakyatnya, wajiblah bagi rakyat untuk mengikuti. Seorang pemimpin juga mencontohkan apa yang ia suruh dengan melakukannya terlebih dahulu sebelum para makmum mengikutinya.

Realisasi tersebut berujung hingga ke akhir dari shalat, yakni menoleh ke kanan dan ke kiri. Maknanya, seorang yang sudah menjalin hubungan vertikal kepada Allah harus memperhatikan hubungan horizontalnya kepada sesama manusia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA