Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Berkat Info Istri Kedua, 5 Perompak Selat Malaka Dibekuk

Kamis 12 Nov 2015 11:22 WIB

Rep: c 07/ Red: Indah Wulandari

Perompak di Selat Malaka

Perompak di Selat Malaka

Foto: news.com.au

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Panglima Armada Republik Indonesia Kawasan Barat (Pangarmabar) ‎Laksamana Muda Ahmad Taufiqurrohman mengklaim berhasil membekuk lima orang  yang tergabung dalam sindikat perompak Selat Malaka, Rabu (11/11) di tempat persembunyian mereka di Lereng Gunung Salak, Desa Gunung Sari, Bogor Jawa Barat.

"Tim reaksi cepat Armabar berhasil menangkap lima pelaku perompakan yang beroperasi di Selat Malaka, yang sebelumnya merupakan DPO (daftar pencarian orang)," ujar Taufiq,  Kamis (12/11).

Taufiq menjelaskan, sebelumnya diketahui MV Merlin yang berbendera Marshal Island telah dirampok pada 22 Oktober 2015 di Perairan Selat Malaka, lima orang pelaku MZ (49), BA (18), WN (20), JM (37) dan GY (28) sudah ditangkap dan sekarang dalam proses hukum di Lanal Tanjung Balai Karimun. Sementara tujuh orang perompak lainnya masih DPO.

Kemudian, sambung Taufiq, pada Selasa (10/11) sekitar pukul 15.30 WIB Denintel Koarmabar mendapatkan keterangan  dari MM, istri kedua WN salah seorang perompak, bahwa kompolotan perompak berada di Bogor, Jawa Barat.

Sehari kemudian, Rabu (11/11), setelah berkoordinasi dengan ketua RT setempat  atas nama Sani dan penjaga Villa atas nama Dedi, Denintel Koarmabar langsung membekuk kelima pelaku di Villa Dahlia, Lereng Gunung Salak, Desa Gunung Sari, Pamijahan, Bogor, Jawa Barat.

Kelima perompak yang berhasil dibekuk adalah WN (44),  KM (21),  CK (35), WY (23), dan RM (32). Satu orang perompak berinisial CK alias GL sempat mencoba melarikan diri melalui jendela, sehingga harus dilumpuhkan dengan satu timah panas bersarang di paha kanannya.

Adapun, para pelaku perompakan melakukan aksinya ketika kapal sedang lego jangkar. Pada saat itu, para pelaku langsung naik ke kapal dan mengambil barang yang bisa diambil  tanpa diketahui pemilik kapal. Biasanya, mereka mengambil barang atau spare part tanpa mengancam.

Dalam penggerebekan tersebut, Koarmabar juga berhasil mengamankan barang bukti seperti tiga unit kendaraan mobil, dan uang belasan juta rupiah.

Salah satu pelaku berinisial WN (44) mengaku sudah empat bulan melakukan aksi perompakan terhadap kapal-kapal yang sedang lego jangkar di tengah laut pada malam hari. Selama empat bukan, ia sudah berhasil merompak empat kapal. Ia pun sudah bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp 5 juta hingga Rp 6 juta.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA