Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Dubes Belanda: Ambon Merupakan Mutiara Indonesia

Kamis 12 Nov 2015 07:02 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Tarian Panas Pela di Negeri Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku.

Tarian Panas Pela di Negeri Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Rob Swartbol menyatakan Kota Ambon merupakan mutiara Indonesia yang memiliki potensi sumber daya alam menjanjikan. "Ambon sebagai ibu kota Provinsi Maluku merupakan mutiara Indonesia di kawasan timur, karena memiliki potensi alam yang sangat indah dan menarik," katanya saat melakukan kunjungan di Balai kota Ambon, Rabu (11/11).

Ungkapan Ambon mutiaran Indonesia juga dituangkan Dubes pada kesan dan pesan setiap pejabat negara maupun tamu yang berkunjung ke kota Ambon. Menurut dia, kota Ambon memiliki kesan tersendiri bagi dirinya maupun setiap wisatawan yang berkunjung, terutama wisatawan negeri Kincir Angin.

"Ambon memiliki hubungan sejarah yang sangat baik dengan Belanda, bahkan terjadi sejak zaman penjajahan yang dibuktikan banyaknya peninggalan sejarah dan fasilitas umum masih dipertahankan," katanya.

Dubes Rob menjelaskan, kunjungan wisatawan Belanda ke Maluku khususnya Ambon merupakan yang paling banyak dibandingkan wisatawan negara lainnya. "Data yang kami himpun jumlah kunjungan wisatawan ke Maluku mencapai 16 ribu orang/tahun. Jumlah ini dipastikan akan terus menigkat karena hubungan kekeluargaan warga Maluku di Belanda cukup banyak," ujarnya.

Dia mengatakan, beberapa faktor yang harus menjadi perhatian pemerintah maupun masyarakat terhadap pariwisata di kota Ambon yakni pengembangan kebersihan lingkungan dan fasilitas penunjang objek wisata. "Kebersihan merupakan faktor utama jika dapat dikembangkan dengan baik, maka tidak tertutup kemungkinan semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung ke kota Ambon," ujarnya.

Diakuinya, penjajakan kerja sama akan dilakukan pihaknya bukan hanya di sektor maritim, pendidikan, kesahatan dan ketahanan pangan tetapi pariwisata juga menjadi perhatian. Kerja sama akan dimulai dengan pembangunan hotel di pulau Banda Neira, kabupaten Maluku Tengah oleh salah satu pengusaha Belanda.

"Upaya ini merupakan langkah awal pengembangan potensi maritim di Maluku dan Pulau Banda menjadi salah satu potensi pariwisata Maluku yang menarik untuk dikembangkan," kata Dubes Rob.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA