Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Inspirasi Wirausaha Budi Daya Ikan Air Tawar Beromzet Rp 8 Miliar

Rabu 11 Nov 2015 08:01 WIB

Red: Nur Aini

Bibit ikan

Bibit ikan

Foto: budidaya-ikan.com

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Budi daya ikan air tawar dengan pengelolaan yang baik bisa menjadi bisnis yang menggiurkan. Omzet hingga miliaran rupiah bisa didapatkan dari pengembangan bibit ikan.

Salah satu contoh sukses usaha budi daya ikan air tawar tersebut berasal dari Kelompok Tani Ikan Mina Jaya, Dusun Kaliwaru, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kelompok tani tersebut mampu mengumpulkan omzet Rp 8 miliar per tahun.

"Budi daya ikan air tawar yang dikembangkan di sini, terutama pembenihan berkembang cukup maju, setiap tahunnya beromzet Rp 8 miliar," kata Ketua Kelompok Tani Ikan (KTI) Mina Jaya Bowo Purwanto, Rabu (11/11).

Menurut dia, bibit ikan yang dikembangkan meliputi jenis ikan air tawar, seperti bawal, lele, nila, gurami, ikan mas, dan ikan hias koi. Ia menyebutkan KTI Mina Jaya mempunyai anggota 56 orang dan luas areal mencapai 15 hektare. Bahkan, ia menyebut kelompoknya bisa beromzet mencapai Rp18 miliar jika unit usaha perikanan yang ada dapat terintegrasi.

"Integrasi usaha yang dilakukan meliputi unit usaha pembenihan, unit usaha pendederan, unit usaha pembesaran, unit usaha pemasaran dan pelatihan," katanya.

Bowo mengatakan bahwa secara lembaga usaha perikanan ada Unit Pembenihan Rakyat (UPR), Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) dan Asosiasi Pemasaran Hasil Ikan Yogyakarta (Aspary).

Kelompok Tani Ikan Mina Jaya, kata dia, masih mempunyai tugas yang berat, yaitu bagaimana anggota yang sampai saat ini belum bisa mencukupi persediaan pakan ikan untuk masing-masing anggota.

"Anggota KPI masih usaha sendiri karena pengurus baru dapat menyediakan 50 persen dari kebutuhan pakan yang dibutuhkan anggota," katanya.

Ia mengatakan bahwa KTI Mina Jaya juga sudah menjual benih ikan keluar jawa, yaitu Lampung dan Kalimantan melalui Aspary. "Yang paling tinggi permintaannya adalah bibit bawal untuk yang lainnya biasa-biasa saja," katanya.

Beberapa waktu lalu, KTI Mina Jaya yang mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil meraih juara pertama untuk wilayah II Lomba Gempita yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kelompok Tani Ikan Mina Jaya berhasil meraih juara pertama setelah dalam penilaian tim juri dari Kementerian Kelautan dan Perikanan di KTI Mina Kepis Burikan, Sleman, Sabtu (3/10). Mereka berhasil mengumpulkan poin tertinggi dan mengalahkan wakil dari NTB dan Kalimantan Tengah.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Sleman Widi Sutikno mengatakan bahwa KTI Mina Jaya dalam lomba tersebut bersaing dengan tiga kelompok lainnya yang masuk Wilayah II, yakni Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

"Yang menggembirakan Pokdakan Mina Jaya berhak maju ke tingkat nasional bersaing dengan juara Wilayah I dan Wilayah III," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA