Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Penghitungan Suara Pemilu Myanmar Dimulai

Senin 09 Nov 2015 22:57 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Didi Purwadi

Warga etnik Kachin mengantre untuk memberikan suaranya dalam pemilu Myanmar di Kota Kachin, utara Myanmar, Ahad (8/11).

Warga etnik Kachin mengantre untuk memberikan suaranya dalam pemilu Myanmar di Kota Kachin, utara Myanmar, Ahad (8/11).

Foto: EPA/Seng Mai

REPUBLIKA.CO.ID, YANGON -- Pemilihan umum (pemilu) Myanmar yang diselenggarakan Ahad (8/11) kini tengah memasuki tahap penghitungan. Hasil resmi pertama pemilu diperkirakan akan diumumkan pada Senin (9/11) pagi waktu setempat.

Proses penghitungan suara pemilu yang diselenggarakan pertama kalinya dalam 25 tahun terakhir terus berjalan. Jumlah pemilih dalam jajak pendapat diperkirakan telah mencapai 80 persen.

Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yaitu partai yang dipimpin Aung San Suu Kyi diperkirakan akan memenangkan kursi parlemen. NLD harus mendapatkan 67 persen dari seluruh kursi yang diperebutkan untuk menjadi mayoritas.

Kerumunan pendukung yang bersemangat muncul di markas NLD di Yangon. Sebaliknya seorang pejabat partai meminta mereka untuk tenang menunggu hasil pemilu di rumah. Hasil resmi pertama diperkirakan akan dipublikasi pada Senin pada pukul 09.00 waktu setempat.

Pengamat mengatakan, pemungutan suara umumnya berjalan lancar, meski terjadi beberapa penyimpangan. Saat tempat pemungutan suara (TPS) dibuka, Ahad (8/11) pagi, antrean panjang terjadi di beberapa TPS. Bahkan, laporan menyebutkan ada pemilih yang menunggu dari sebelum fajar.

Pemilih kemudian tersenyum setelah menyampaikan hak suara mereka. Beberapa dari mereka menunjukkan jari yang berwarna ungu sebagai tanda bahwa mereka telah memilih.

"Ketika saya memberikan suara saya sangat bersemangat. Saya sangat khawatir bahwa saya mungkin melakukan sesuatu yang salah sehingga tangan saya gemetar," kata seorang pemilih, Kay Khine Soe, di konstituen Suu Kyi Kawhmu seperti dikutip dari laman BBC, Senin (9/11).

Pemilih di Yangon, Wuhan Datong (57 tahun), mengaku tidak pernah berpartisipasi dalam pemungutan suara sebelumnya karena dia memiliki keraguan. ‘’Tapi pemilu kali ini adil, jadi saya datang untuk memilih,’’ ujarnya.

Sekitar 30 juta orang yang berhak memilih dalam pemilu di Myanmar. Lebih dari 6.000 calon dari lebih dari 90 partai bersaing untuk terpilih menjadi anggota parlemen sebanyak 664 kursi.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA