Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Sumur Air yang Kurang Dalam Bisa Sebabkan Cacingan

Jumat 06 Nov 2015 08:48 WIB

Rep: C04/ Red: Indira Rezkisari

Biasakan menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan sebelum makan, agar terhindar dari penyakit cacingan.

Biasakan menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan sebelum makan, agar terhindar dari penyakit cacingan.

Foto: Republika/Amin Madani

REPUBLIKA.CO.ID, Penyakit cacingan belum sepenuhnya hilang dari anak-anak Indonesia. Meski sepele, cacingan berpotensi menghambat pertumbuhan dan kecerdasan anak.

Larva cacing yang masuk ke dalam tubuh menuju usus akan hidup dan bermukim di sana. Cacing akan menggigit dinding usus dan mengambil nutrisi dari makanan yang sudah di makan oleh anak.

Akibatnya, anak menjadi kurang nutrisi dan perkembangan kognitif juga akan berkurang. Kurangnya perkembangan kognitif ini nantinya akan membuat potensi IQ mereka menjadi berkurang, sulit menerima pelajaran dengan baik dan mudah lelah.

"Cacingan banyak diderita di negara-negara maju, dengan tingkat ekonomi menengah ke atas dan ke bawah. Pemerintah Indonesia terus berupaya mengurangi masalah ini, dengan cara mempromosikan gaya hidup sehat dan sanitasi yang bersih. Khusus bagi anak-anak melalui edukasi dari orang tua, maupun guru di sekolah," ungkap Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) dari Kemenkes RI, drg. Vensya Sitohang, M. Epid, di sela-sela Gerakan Waspada Cacingan, Kamis (5/11).

Cacingan merupakan masalah kesehatan yang menjadi ancaman masyarakat dunia. Berdasarkan data terbaru dari WHO, sekitar 1,5 miliar orang atau 24 persen dari total populasi dunia menderita infeksi cacingan. Infeksi cacingan ini menyebar luas di daerah tropis dan sub-tropis, dengan jumlah yang cukup besar di wilayah Afrika, Amerika dan Asia Timur.

"Di Indonesia sendiri angka penderita cacingan masih sangat tinggi. Rata-rata prevalensinya sebesar 28 persen dengan tingkat yang berbeda-beda di tiap daerah," jelasnya.

Hal ini menurut Vensya diakibatkan berbagai macam faktor, yakni sanitasi buruk, lingkungan tidak bersih, hingga akibat iklim tropis di Indonesia yang memungkinkan cacing dapat berkembang biak dengan baik di dalam tanah dan masuk ke kulit manusia melalui berbagai hal. Seperti misalnya, orang yang malas menggunakan sepatu dan menginjak tanah, tidak cuci tangan sebelum makan, hingga kedalaman sumur air yang kurang dari 10 meter dan dekat dengan septik tank.

"Idealnya sumur air itu harus digali sedalam 10 meter di dalam tanah. Agar jaraknya jauh dari tempat pembuangan septik tank di rumah. Karena selain dapat berkembang di dalam tanah, cacing juga dapat berkembang dan menular melalui kotoran manusia," tambahnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA