Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Lima Cara Wanita yang Pernah Disakiti Ungkapkan Cintanya

Rabu 04 Nov 2015 10:10 WIB

Rep: C30/ Red: Indira Rezkisari

Jatuh cinta memang indah, tapi bagi sebagian orang butuh waktu dan kesabaran untuk bisa menikmati cinta.

Jatuh cinta memang indah, tapi bagi sebagian orang butuh waktu dan kesabaran untuk bisa menikmati cinta.

Foto: flickr

REPUBLIKA.CO.ID, Masa lalu merupakan momok yang paling menakutkan bagi sebagian orang. Terutama bagi mereka yang banyak mengalami luka hati bahkan fisik. Penyebabnya bisa bermacam-macam, perasaan tak dianggap, tak dihargai, dihina, bahkan sampai pada penganiayaan fisik yang membuat mereka trauma.

Dilansir dari Yourtango, Rabu (4/11), wanita dengan luka penganiayaan atau mengalami kekerasan fisik dari seseorang yang seharusnya melindungi dengan cinta justru akan meninggalkan luka yang amat dalam.

Wanita pernah disakiti bukan tidak mungkin jatuh cinta lagi. Hanya mereka akan melakukannya berbeda, sebagai bentuk perlindungan pada diri sendiri yang pernah tersakiti parah. Berikut adalah beberapa bentuk kasih sayang berbeda yang diberikan wanita yang pernah disakiti.

Ungkapan rasa sayang tersendiri
Pria yang menjalin hubungan dengannya harus terbiasa dengan caranya mencintai. Dia akan terlihat lebih jarang mengungkapkan perasaannya atau perhatian maupun kekhawatirannya. Bukan karena dia tak bisa, hanya saja luka dan perasaan cinta yang dulu pernah dia berikan penuh justru berbanding terbalik dengan perlakuan yang dia dapatkan.

Perlakuan kasar yang dialaminya membuatnya membangun benteng pertahanan
Ia tidak beharap akan ada yang bisa menyentuh hatinya sesuka hati. Begitu pun saat memulai hubungan dengan seseorang yang baru, cinta yang diberikannya  pun akan dilakukan secara bertahap. Dalam bentuk kepingan-kepingan kecil. Hal tersebut dia lakukan untuk mengantisipasi, karena saat dia memberikan penuh hatinya, dia justru akan terluka untuk kesekian kalinya.

Dijalani lebih lambat
Saat menjalin hubungan dan menuju jenjang yang lebih serius, dia justru berada dalam tingkat ketakutan. Kenangan dan penyiksaan yang pernah dilaminya di masa silam akan mengganggu memorinya dan menampilkan gambaran hitam silih berganti. Pertengkaran antara perasaan dan masa lalunya pun dimulai. Karena itu hubungan dijalani pelan-pelan, secara perlahan, untuk memastikan hubungan ini tidak menyakitinya lagi.

Penuh perasaan waspada
Ketika hubungan mulai serius, keluarga dan teman menjadi bagian penting dalam sebuah hubungan. Itu juga berarti kehidupan antara dua orang berjalan lebih dalam. Ini akan dirasa agak menakutkan, jadi sang wanita harus menjalaninya dengan lebih waspada.

Perhatian yang berbeda
Tidak mudah untuk kembali menerima segala perhatian dan kasing sayang. Ketika pria mendekat dengan maksud ingin melindungi, wanita yang pernah jadi korban kekerasan justru menjauh. Dibutuhkan waktu agar wanita bisa kembali menikmati semua perhatian dan kasih sayang itu, termasuk untuk menerimanya tanpa ketakutan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA