Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Komunitas Indonesia Ramaikan Parade Jalanan Fremantle

Selasa 03 Nov 2015 12:52 WIB

Red: Indira Rezkisari

Becak dan kostum asli Indonesia mewarnai Parade Jalanan Fremantle, Australia Barat.

Becak dan kostum asli Indonesia mewarnai Parade Jalanan Fremantle, Australia Barat.

Foto: ABC News

REPUBLIKA.CO.ID, Warga Indonesia yang tinggal di Perth (Australia Barat) Ahad (1/11) kemarin, ikut ambil bagian dalam Parade Jalanan Fremantle, salah satu festival komunitas tertua di Australia yang dimulai sejak tahun 1905.

Fremantle Festival adalah salah satu festival tahunan yang diadakan di kota Fremantle, yang terletak sekitar 20 km dari Perth. Di  Fremantle Festival masyarakat Australia merayakan keanekaragaman budayanya selama 10 hari. Musik , seni, dan pertunjukan di berbagai tempat di dalam dan sekitar kota diperlihatkan.

Sebagai penutupan festival tersebut, pada tanggal 1 November pukul 16.00 diadakan Frematle Street Parade dengan tema “Future Freo”.

Masyarakat Australia yang berpartisipasi dalam Street Parade  tersebut sangat banyak dan berasal dari berbagai kelompok masyarakat yang tinggal Di Perth, Australia Barat. Masyarakat Indonesia yang berada di Perth berpartisipasi dalam acara Fremantle Street Parade tersebut di bawah bendera Perth Indonesia Community (Komunitas Indonesia di Perth) yang diketuai oleh Astit Olszowy.

Keterlibatan masyarakat Indonesia di Fremantle Street Festival adalah berkat usaha Astit menghubungi pihak penyelengara. Tidak tanggung-tanggung bahkan, pihak penyelenggara menyumbang 950 dolar (sekitar Rp 10 juta) untuk membeli seperangkat mini gamelan yang dipertunjukkan dalam acara tersebut.

Mini Gamelan ini, dibeli langsung dari Indonesia dan teman-teman yang tergabung di Komunitas Indonesia di Perth bergotong-royong membawa gamelan tersebut ke Perth.

Menurut Astit, acara Fremantle Festival sangat bagus karena dapat merukunkan berbagai masyarakat yang tinggal di Australia Barat sehingga mereka dapat hidup secara harmonis. Keterlibatkan Komunitas Indonesia di Perth di acara ini selain untuk mempromosikan musik dan budaya Indonesia, juga memperkenalkan baju daerah dari berbagai wilayah di Indonesia dan menyatukan masyarakat Indonesia yang tinggal di Perth. Baju daerah yang ditampilkan adalah baju daerah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tenggah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi, Sumatra Barat, Kalimantan dan Flores.

Yang menarik dari pawai dari masyarakat Indonesia di Perth adalah Becak. Becak adalah trasportasi khas Indonesia. Becak tersebut dapat digunakan berkat dukungan KJRI Perth yang membantu memperbaiki becak yang telah lama rusak tersebut.

Hardin, mahasiswa S2 di Universitas Murdoch yang berasal dari Indonesia merasa bangga dengan warga Indonesia di Perth yang bisa berkumpul mempromosikan kebudayaan Indonesia di acara tahunan ini. "Dibandingkan dengan tahun lalu,  tahun ini sangat bagus karena tahun lalu masyarakat Indonesia tidak berpastisipasi. Tahun ini ada perwakilan dari Indonesia dengan menampilkan berbagai pakaian daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Harapan saya tahun depan, masyarakat Indonesia bisa berpartisipasi dengan menampilkan kebudayaan Indonesia yang lebih bervariasi lagi," kata Hardin.

Menurut Filbert Juwono, mahasiswa S3 UWA yang berasal dari Indonesia, acara Parade Jalanan Fremantle sangat menarik, terutama keterlibatan Perth Indonesia Community yang membawa nama Indonesia.

Menurut Filbert, ada baiknya jika peserta parade Indonesia tersebut juga membagi-bagikan brosur promosi tentang Indonesia. Filbert berharap semoga tahun depan bisa ditingkatkan lagi peran serta masyarakat di luar Indonesia dalam meningkatkan promosi wisata Indonesia.

sumber : http://australiaplus.com/indonesian/2015-11-02/warga-indonesia-ramaikan-parade-jalanan-fremantle-2015/1510078
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA