Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

2016, Pemerintah Janji Luncurkan Perpres 'Paviliun Indonesia'

Senin 02 Nov 2015 15:57 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Penutupan Paviliun Indonesia ditandai dengan penurunan bendera merah putih

Penutupan Paviliun Indonesia ditandai dengan penurunan bendera merah putih

Foto: Ichsan Emrald/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Penutupan World Milan Expo juga menjadi tanda berakhirnya kehadiran Paviliun Indonesia di kota mode. Meski awalnya penuhi cibiran, Paviliun Indonesia menutup Milan Expo dengan banyak banjir pujian.

Meski begitu, Kementerian Perdagangan mengakui kalau sebenarnya acara Paviliun Indonesia minim pendanaan kecuali dari sektor swasta, yaitu Artha Graha Network (AGN) dan BUMN. Bahkan dari ukuran dan kegiatan sangat berbeda jauh dengan Paviliun Indonesia di Shanghai Expo 2010.

Padahal Paviliun Indonesia memiliki peran besar dalam mempromosikan pariwisata. Atas dasar itu, menurut Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Nus Nuzulia Ishak, pemerintah berencana mengeluarkan peraturan presiden terkait pendanaan paviliun Indonesia.

Hal ini agar pemerintah tak lagi kecolongan terkait persiapan Paviliun Indonesia di Dubai Expo 2020. "Ini kan hampir semuanya swasta. Nah, kita akan meluncurkan perpres agar pendanaan bisa masuk dalam anggaran yang akan diajukan ke DPR," tutur dia kepada wartawan di Milan pekan lalu.

Pemerintah akan segera membahas aturan tersebut sehingga paling lambat perpres keluar di awal 2016. Ia juga menegaskan pemerintah takkan menutup pintu bagi sektor swasta yang ingin membantu. Bahkan ia berharap ada kolaborasi dengan sektor swasta di Paviliun Indonesia.

Sementara itu, Pendiri AGN, Tomy Winata mengaku siap jika pihaknya diajak kembali berkolaborasi di Paviliun Indonesia lima tahun mendatang. Karena menurut dia, demi nama baik Indonesia, sepatutnya sektor swasta juga ikut andil di dalamnya.

"Nama Indonesia jauh lebih penting dan lebih mahal dari AGN," tutur dia.  

Sejak awal, menurut dia, pihak AGN tak ingin tampil sendirian di Paviliun Indonesia. AGN, tutur dia, hanya ingin menempatkan Indonesia pada posisi yang tepat.

Ia pun bersyukur jika Paviliun Indonesia di World Milan Expo 2015 berhasil meraih prestasi. Hanya saja, ia menambahkan, semua atas jerih payah dan kerja keras anak-anak Indonesia yang terlibat. Baik dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar di Italia, karyawan AGN, dan relawan dari Persatuan Indonesia-Italia dan Persatuan Pelajar Indonesia di Italia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA