Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Koarmabar Ringkus Dua Perompak di Selat Malaka

Sabtu 24 Oct 2015 01:31 WIB

Rep: c07/ Red: Ani Nursalikah

Enam tersangka pembajakan meminta maaf kepada keluarga Anak Buah Kapal korban pembajakan kapal pandu (tug boat) trois beserta tongkang dalam gelar perkara di Markas TNI Angkatan Laut Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (10/3). Dalam kasus itu, hinga kini TNI Angk

Enam tersangka pembajakan meminta maaf kepada keluarga Anak Buah Kapal korban pembajakan kapal pandu (tug boat) trois beserta tongkang dalam gelar perkara di Markas TNI Angkatan Laut Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (10/3). Dalam kasus itu, hinga kini TNI Angk

Foto: ANTARA/Mohamad Hamzah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Barat (Koarmabar) berhasil menangkap dua kelompok perompak yang beraksi di sekitar kawasan Selat Malaka. Kawanan perompak tersebut berhasil diringkus dalam waktu tiga hari.

‎Panglima Armada Kawasan Barat (Armabar) Laksamana Muda Ahmad Taufiqurrohman menuturkan,  ia mendapatkan laporan  perompakan pertama di Kepulauan Riau pada Selasa (20/10).

Saat itu ia sedang berada dalam Patmar TNI AL CN-235 perjalanan ke Port Blair, India dalam rangka pelaksanaan Patroli terkoordinasi antara India-Indonesia.

"Saya langsung memerintahkan agar Asintel dan Asops Pangaramabar untuk lakukan investigasi untuk memverifikasi kebenarannya " kata Taufiq di Markas Koarmabar, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Jumat (23/10).

Taufiq menuturkan para perompak tersebut, melakukan aksinya di perairan Tanjung Dato, Kepulauan Riau menggunakan tiga boat pancung. Mereka, diduga melakukan perompakan terhadap TB Bukit Prima 01.

Satu dari tiga boat diringkus oleh tim WFQR Lanal Tanjung Balai Karimun (TBK) dan KRI Kujang-642. "Dalam satu boat ada empat orang, sempat terjadi tembakan peringatan dari KRI Kujang-642 sampai akhirnya menyerah," kata Taufiq.

Sedangkan dua boat pancung lain melarikan diri. Dalam penangkapan tersebut diamankan barang bukti berupa 20 galon jerigen isi minyak dan satu buah boat pancung.

Perompakan kedua terjadi pada (22/10) pagi sekitar pukul 04.30 WIB. Perompakan ini menimpa MV Merlin di Selat Malaka. Dalam waktu singkat, tim WFQR 4 lanal TBK berhasil menyergap dua orang pelaku perompakan MV Merlin yang berbendera Marshall Island di perkampungan Pulau Parit dan menangkap dua orang pelaku.

Dalam penangkapan ditemukan barang bukti berupa boat pancung dan barang-barang berupa sparepart hasil rompakan, serta sejumlah senjata tajam yang digunakan untuk merompak.

Taufiq mengatakan, pihaknya terus berkomitmen menciptakan rasa aman bagi pengguna laut di wilayah yurisdiksi Indonesia. Pihaknya pun siap melakukan kerja sama dengan otoritas negara lain untuk mengatasi kejahatan lintas negara.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA