Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Lagi, Australia Bantu Indonesia Padamkan Api

Kamis 22 Oct 2015 19:11 WIB

Rep: Andi Nurroni/ Red: Esthi Maharani

Tiga kru bandara melewati dua pesawat di landasan Bandara Supadio yang diselimuti kabut asap, di landasan Bandara Supadio, Kubu Raya, Kalbar, Rabu (21/10).

Tiga kru bandara melewati dua pesawat di landasan Bandara Supadio yang diselimuti kabut asap, di landasan Bandara Supadio, Kubu Raya, Kalbar, Rabu (21/10).

Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Pemerintah Australia kembali memberikan bantuan kepada Indonesia untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Padahal sebelumnya, Australia sudah menarik bantuannya karena masa operasionalnya telah selesai.

Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya menjelaskan Australia akan mengirimkan lima pesawat pengebom air (water bomber). Pesawat tersebut masing-masing berkapasitas 5-6 ribu liter.

Siti melaporkan, hingga saat ini, sudah ada empat negara membantu Indonesia meredam kebakaran lahan, khususnya di Sumatra dan Kalimantan. Negara-negara tesebut adalah Malaysia, Singapura, Australia dan Rusia.

Di luar rencana tambahan lima aramada pesawat pengebom air Australia, menurut Siti, saat ini, total ada 26 pesawat pengebom air yang beroperasi di tujuh provinsi. Kapasitas pesawat-pesawat tersebut, kata Siti, antara 500 liter hingga 3 ribu liter.

“Kita dibantu Malaysia, Singapura dan Australia, pakai yang kapasitas 3 ribu liter, dan ada satu 6 ribu liter. Selasa (20/10) datang pesawat dari Rusia dengan kapasitas 12 ribu liter” ujar Siti, dijumpai selepas merilis kasus perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi di Mapolres Tanjung Perak Surabaya.

Siti menyampaikan, lima tambahan pengebom air dari Australia akan difokuskan untuk memadamkan api di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

“Saya kira, upaya-upaya itu terus dilakukan pemerintah," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA