Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Topan di Filipina Utara Tewaskan 9 Orang

Selasa 20 Okt 2015 01:03 WIB

Red: Indira Rezkisari

Banjir merendam sejumlah rumah di Kota Bauguio akibat imbas Topan Koppu di utara Filipina, Senin (19/10).

Banjir merendam sejumlah rumah di Kota Bauguio akibat imbas Topan Koppu di utara Filipina, Senin (19/10).

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, SANTA ROSA -- Topan menyapu bagian utara Filipina hingga menewaskan sedikitnya sembilan orang sementara pohon-pohon, tiang listrik dan tembok-tembok roboh.

Selain itu, banjir meluas dari sungai-sungai yang meluap namun puluhan ribu orang bisa dievakuasi tepat waktu.

Para pejabat khawatir korban tewas mungkin meningkat setelah Topan Koppu meluluhlantahkan pulau utama Luzon, Ahad (18/10), dan mengakibatkan beberapa kota dan desa terpencil terisolasi akibat banjir bandang serta pohon dan batu yang tumbang menghalangi jalan. Sumber daya pun tak berfungsi di banyak daerah.

Kekuatan badai yang diturunkan dari kategori 4 menjadi kategori 1, bergerak perlahan menuju utara pada Senin dan diperkirakan akan melemah menjadi badai tropis dalam beberapa jam. "Kami belum menjangkau banyak daerah. Sekitar 60 sampai 70 persen kota kami sudah kebanjiran, sebagian dalamnya 3 meter. Ada sekitar 20.000 penduduk di daerah terpencil yang membutuhkan makanan dan air," kata Henry Velarde, Wakil Walikota Jaen, Provinsi Nueva Ecija, bagian utara Manila.

Badan Bencana Nasional mengatakan dua orang tewas karena terjatuh dari pohon dan tertimpa dinding beton. Badan Keamanan Laut mengatakan tujuh orang tewas di laut.

Beberapa desa yang jauh dari sungai-sungai di Nueva Ecija juga terkena banjir dari pegunungan menuju dataran dan lembah.

"Kami tidak menduga bencana ini. Banjir tiba-tiba menghadang di sekitar kira sehingga kami mengevakuasi ke tempat yang lebih tinggi," kata Reynato Simbulan, 44, seorang penasihat desa yang berada di antara ratusan orang yang telah menyelamatkan diri ke sekolah dan balai desa di Santa Rosa, kota di Nueva Ecija.

"Kami berada tujuh kilometer jauhnya dari sungai namun daerah kami masih tergenang," kata Simbulan menambahkan bahwa banjir setinggi 1,5 meter menyapu hewan ternak dan beberapa rumah yang terbuat dari bahan ringan.

Hampir 183 ribu orang terkena dampak dari topan, lebih dari 65 ribu orang di antaranya telah dievakuasi dari dataran rendah dan daerah rawan longsor, kata badan bencana. Sekitar enam ribu orang terlantar di berbagai pelabuhan di pulau utama Luzon. Setiap tahun, Filipina dilanda 20 topan.
 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA