Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Harga Minyak Mentah Turun Berturut-turut

Jumat 16 Oct 2015 06:34 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Sebuah mesin berat memompa minyak mentah dari ladang minyak di Lubbock, Texas (ilustrasi)

Sebuah mesin berat memompa minyak mentah dari ladang minyak di Lubbock, Texas (ilustrasi)

Foto: En.wikipedia.org

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Harga minyak dunia turun untuk hari keempat berturut-turut pada Kamis waktu setempat atau Jumat (16/10) pagi WIB. Penurunan harga minyak didorong oleh peningkatan cadangan minyak Amerika Serikat. Hal ini menambah kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, turun 26 sen menjadi ditutup pada 46,38 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Di perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November, patokan global, turun menjadi menetap di 48,71 dolar AS per barel, turun 44 sen dari penutupan Rabu.  Departemen Energi AS mengejutkan pasar dalam sebuah laporan yang menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah komersial negara itu melonjak 7,6 juta barel selama pekan lalu, hampir tiga kali lebih banyak daripada yang diprediksikan.

Artinya, jumlah cadangan minyak mencapai 468,6 juta barel, masih mendekati tingkat tertinggi sepanjang tahun ini setidaknya dalam delapan dekade. "Kenaikan (persediaan) jelas bearish untuk harga minyak pada umumnya dan bahkan terlebih lagi untuk NYMEX karena kenaikan 1,1 juta barel di Cushing," kata James Williams di WTRG Economics, mengacu ke pusat penyimpanan terbesar untuk minyak mentah negara itu dan titik penyelesaian harga untuk WTI.

Data persediaan terbaru AS datang di tengah kekhawatiran pasar tentang membanjirnya pasokan dan pelambatan ekonomi global. Harga minyak telah jatuh setiap hari selama pekan ini karena data ekonomi mengecewakan dari Cina dan AS memperkuat kekhawatiran pelambatan ekonomi.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA