Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Gejala-Gejala Umum Kanker Limfoma

Ahad 11 Okt 2015 08:18 WIB

Rep: C04/ Red: Winda Destiana Putri

Pasien kanker. Ilustrasi

Pasien kanker. Ilustrasi

Foto: 1vitaplus.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini, berdasarkan data Globocan tahun 2012, setiap 90 detik satu orang di dunia dinyatakan terdiagnosa kanker limfoma. Itu berarti terdapat 400.000 orang per tahun yang terdiagnosa penyakit kanker limfoma tersebut.
 
Menurut Divisi Hematologi dan Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, DR. dr. Andhika Rachman, SpPD, KHOM, mengungkapkan gejala-gejala awal dari kanker limfoma antara lain adalah lemas, demam tak kunjung sembuh, terdapat benjolan di beberapa bagian tubuh (ketiak, lipatan paha, payudara, leher dan punggung), batuk, mual yang menyebabkan muntah hingga sariawan yang tak juga sembuh. Jika sudah menunjukan tanda-tanda tersebut, Andhika mengimbau agar pasien segera berkonsultasi ke dokter.
 
Penanganan kanker limfoma harus segera diatasi, karena pasien berpacu dengan waktu bersamaan dengan tumbuhnya sel-sel kanker yang dapat menjalar ke organ vital lainnya. Maka, jika terdapat benjolan pasien diharapkan untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut berupa biopsy histopatologi dan immune histokimia.
 
Pemeriksaan ini tak lain bertujuan agar dokter dapat menanganinya secara cepat dan tepat sesuai dengan kondisi tubuh sang pasien. Terutama dalam hal pemberian obat, ini dikarenakan setiap orang berbeda-beda dalam menerima obat kimia yang masuk ke dalam tubuhnya. Jika salah memberikan komposisi obat, dikhawatirkan malah akan menambah jumlah sel kanker di dalam tubuh pasien dan memperparah kondisinya.
 
Berbeda dengan jenis kanker lainnya, Andhika juga menambahkan bahwa kanker limfoma tidak dapat diobati dengan jalan operasi. Hal ini dikarenakan kelenjar limfoma tersebut tidak akan hilang jika dilakukan pembedahan.
 
"Jalan satu-satunya yang tepat dalam membunuh sel kanker limfoma adalah dengan melakukan kemoterapi dan radiologi. Selain lebih murah, ini juga dikarenakan, sel kanker limfoma sangat sensitif terhadap dua cara tersebut. Namun, pengobatan ini harus rutin dilakukan oleh pasien kurang lebih dalam kurun waktu satu hingga dua tahun," terang dia.
 
Dalam acara tersebut, juga bertepatan dengan hari peduli kanker sedunia yang juga jatuh setiap tanggal 15 September. Hari peduli kanker ini ternyata juga sudah rutin diperingati sejak tahun 2004 lalu, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kanker limfoma, cara mendeteksinya, serta membantu menurunkan tingkat kesakitan dan kematian akibat kanker.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA