Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Mahasiswa UGM Kembangkan Kompas Multifungsi

Senin 05 Oct 2015 13:18 WIB

Rep: c 97/ Red: Indah Wulandari

A Hawaii Volcano Observatory geologist standing on a partly cooled section of lava flow near the town of Pahoa on the Big Island of Hawaii on Oct 25, 2014.

A Hawaii Volcano Observatory geologist standing on a partly cooled section of lava flow near the town of Pahoa on the Big Island of Hawaii on Oct 25, 2014.

Foto: AP/US Geological Survey

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Kegiatan pengambilan sampel geologi, geofisika hingga pertambangan di alam bebas berisiko tinggi karena memerlukan alat-alat yang cukup banyak dan rumit. Hal ini membuat proses pengambilan data menjadi sulit dan butuh waktu lama.

Kondisi tersebut mendorong tiga orang mahasiswa Geologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Hafizhan Abidin Setyowiyoto, Ahmad Faizal Amin, dan Riko Susetia Yuda berinisiatif untuk membuat sebuah alat untuk mempermudah pengambilan data geologi di lapangan.

Mereka berkolaborasi dengan dua mahasiswa Elekronika dan Instrumentasi UGMGhafar Ramadhan Faqih serta Ahmad Shalahuddin Abdullah.

Kelimanya dibawah bimbingan dosen Dr. Agung Setianto menciptakan Long Ranger Compass, sebuah kompas multifungsi yang dapat digunakan untuk mengukur parameter kuantitatif dalam pengambilan data lapangan.

Kompas ini memadukan fungsi Global Positioning System (GPS), pengukur kemiringan dan arah automatis, altimeter, laser, serta data logger untuk memudahkan proses pengukuran data geologi lapangan. Data yang diukur di antaranya adalah adalah koordinat pengamat, kemiringan dan arah penyebaran lapisan batuan, suhu, tekanan udara, serta ketinggian.

“Data tersebut selanjutnya akan disimpan dalam data logger agar dapat di-recall dan dipresentasikan dalam format file excel,” kata Hafizhan Abidin yang menjadi ketua kelompok penelitian ini, Senin (5/10).

Selain pengukuran langsung secara cepat, alat tersebut juga dapat digunakan untuk melakukan pengukuran dari jarak jauh. Pengguna dapat menembakkan laser untuk mengukur arah dan kemiringan lapisan batuan dari jarak jauh.

Selain itu, laser juga dapat digunakan untuk menentukan posisi suatu objek. Pengguna dapat menembakkan laser ke objek dari dua titik yang diketahui koordinatnya.

Menurut Ahmad, keunggulan lain dari alat ini yaitu sudah terintegrasi dengan software Geographic Information System (GIS). “Sehingga hasil pengukuran dapat langsung diolah di computer,” terang Ketua Himpunan Mahasiswa Geologi UGM ini.

Faizal Amin menuturkan, ide pembuatan kompas multifungsi ini berawal dari masalah yang mereka temui sehari-hari sebagai mahasiswa geologi, yakni lamanya waktu pengukuran karena membutuhkan banyak alat yang pengoperasiannya cukup rumit.

“Lalu kami mempunyai ide untuk memecahkan masalah dengan menggandeng personel dari jurusan lain yang mengetahui tentang peralatan elektronik,” jelasnya.

Karya kelima mahasiswa ini rencananya akan dipresentasikan dalam kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-28 yang akan diselenggarakan di Universitas Halu Oleo Kendari, 6 sampai 9 Oktober mendatang untuk bidang Karya Cipta.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA