Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Segudang Manfaat Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan si Kecil

Ahad 04 Oct 2015 21:42 WIB

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Hazliansyah

Ayah dan anak (Ilustrasi)

Ayah dan anak (Ilustrasi)

Foto: Huffingtonpost

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian yang dilakukan University of Guelph Canada tahun 2007 menunjukkan kuatnya pengaruh keterlibatan ayah dalam pola pengasuhan terhadap perkembangan anak secara sosial, emosi, fisik, dan kognitif.

Menurut penelitian berjudul "The Effects of Father Involvement: An Updated Research Summary of the Evidence" tersebut, ada beberapa manfaat besar yang tercipta apabila anak sejak dini ikut diasuh oleh ayahnya.

Manfaat tersebut antara lain memiliki kemampuan kognitif lebih baik ketika memasuki usia enam bulan hingga satu tahun, memiliki nilai IQ yang lebih tinggi ketika menginjak usia tiga tahun, serta berkembang menjadi anak dan individu yang mampu memecahkan permasalahan dengan lebih baik.

Dosen dan psikolog dari Universitas Indonesia Rini Hildayani, M.Si mengatakan terdapat beberapa faktor yang dapat mendukung peran serta ayah dalam pengasuhan, diantaranya adalah dukungan dari lingkungan sekitar serta pengetahuan dan keterampilan ayah perihal pengasuhan anak.

Sayangnya, saat ini masih ada ibu yang belum bisa memberikan kepercayaan pengasuhan anak kepada ayah sehingga ayah pun tidak terpacu untuk terlibat lebih jauh dalam pengasuhan si kecil.

"Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak tidak hanya akan membangun ikatan emosi antara ayah dengan si kecil, namun juga dengan pasangannya," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id.

Pasangan dengan ikatan emosi yang kuat dapat menjalin komunikasi yang lebih terbuka bsehingga mampu memberikan perhatian yang optimal kepada si kecil.

Ada tiga hal penting yang menurut Rini perlu diperhatikan agar ayah dan ibu dapat berbagi peran yang seimbang dalam mengasuh anak. Pertama, komunikasi ayah dan ibu harus memiliki kesepakatan bersama mengenai pola pengasuhan yang seimbang. Kedua, saling mendukung (perasaan nyaman dan aman dalam diri si kecil hanya bisa terbentuk di bawah pengasuhan kedua orang tua yang saling mendukung), ketiga adalah komitmen.

"Di tengah kesibukannya masing-masing, kedua orang tua harus dapat saling mengingatkan agar kedua hal di atas dilakukan secara konsisten," ucap Rini.
 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA