Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Wisata Kabupaten Semarang Bakal Terkoneksi dengan Bali

Jumat 02 Oct 2015 16:22 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Ilham

Petugas bershkan Candi Gedongsongo

Petugas bershkan Candi Gedongsongo

Foto: Republika/Bowo S Pribadi

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Pariwisata Kabupaten Semarang bakal terkoneksi dengan paket kepariwisataan di ‘Pulau Dewata’, Bali.

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali tertarik mengemas paket wisata religi ke candi Gedongsongo di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Terkait hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang tengah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kerja sama pengembangan kepariwisataan tersebut.

Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Semarang, Partono mengatakan pihaknya terus membahas keinginan Asita Bali ini dengan pihak- pihak terkait.

Seperti diketahui, pengelolaan kawasan wisata candi Gedongsongo saat ini mencakup peran tiga kewenangan. “Masing- masing Pemkab Semarang, Perum Perhutani I Jawa Tengah serta Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah,” katanya di Ungaran, Jumat (2/10).

Ia mengungkapkan, untuk perizinan dan kelancaran kerja sama kepariwisataan ini, ketiga pihak harus duduk bersama untuk membahas konsep yang tepat.

Diliriknya candi Gedongsongo bukan tanpa sebab. Menurut Partono, kompleks candi peninggalan Wangsa Syailendra abad ke-9 ini sudah mulai digunakan untuk upacara keagamaan oleh umat Hindu di Jawa Tengah.

Kawasan ini juga memiliki prasarana pendukung Pasar Bandungan. Sehingga berbagai kelengkapan kegiatan keagamaan umat Hindu dapat dipenuhi dari pasar ini. Seperti bunga, dupa, janur, dan kelengkapan sesaji lainya cukup mudah didapatkan. Belum lagi respon warga sekitar candi yang cukup positif dengan kegiatan ini.

Bahkan, setiap kegiatan upacara keagamaan ini berlangsung pun dapat berjalan lancar. Karena masyarakat setempat juga sangat  mendukung. Mereka sangat respek membantu, meski secara keyakinan mereka beda. “Saya yakin kedepan mereka bisa diajak kerja sama,” tambahnya.

Di kawasan candi Gedongsongo, lanjutnya, juga terdapat satu sumber air suci. Sumber ini sangat identik dengan pelaksanaan upacara keagamaan bagi umat Hindu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA