Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Mengenal Kiswah, Sang Penutup Ka'bah

Rabu 30 Sep 2015 18:04 WIB

Rep: c33/ Red: Damanhuri Zuhri

Kiswah

Kiswah

Foto: makkah.net

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Setiap tahun, setiap bulan, setiap hari dan bahkan setiap jam umat Muslim dari seluruh dunia bertemu di kiblatnya agama Islam, sang Ka'bah. Ka'bah terletak di dalam Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi.

Ka'bah bisa dikatakan sebagai representasi dari rumah Allah sekaligus kiblat bagi umat Muslim di seluruh dunia. Kiblat sangat penting bagi umat Muslim sebagai arah menghadap ketika menjalankan shalat lima waktu.

Salah satu rasa penghormataan tertinggi kepada Ka'bah ditunjukkan melalui penutupnya yang sakral disebut kiswah. Kiswah terbentuk dari tenunan yang menyelubungi seluruh bagian Ka'bah.

Setiap tanggal sembilan Julhijah, kiswah secara rutin diganti dengan yang baru. Tahun ini pun pergantian kiswah dilakukan sama seperti ratusan tahun sebelumnya. Diperkirakan harga sebuah kiswah baru bisa mencapai lebih dari lima juta dollar.

Kiswah seakan menjadi saksimata atas rombongan jutaan umat Muslim dari seluruh dunia yang melaksanakan Haji. Demi mempercantik kiswah, tidak lupa pula diberikan parfum pada kain hasil tenun itu.

Cerita tentang kiswah beserta sejarah yang meliputinya merupakan hasil dari jerih payah penuh cinta dari penenunnya. Rasa cinta penenun terasa dalam setiap sulaman dan bahan sutranya.

Dalam proses pembuatannya, kiswah dicelupkan dalam pewarna hitam. Setelah itu diisi dari katun putih hasil pabrikan. Diperkirakan berat Kiswah yang sudah jadi bisa mencapai lebih dari 650 kilogram.

Selain itu, kiswah juga dihias dengan ayat-ayat suci Alquran dalam bentuk kaligrafi. Tak kurang dari 200 ratus kaligrafer ikut andil mengias kiswah dengan kaligrafi berbahan emas dan perak.

Oleh karena itu, diperkirakan dibutuhkan 120 kilogram emas dan 25 kilogram perak demi menuliskan kaligrafi di atas kiswah. Kain kiswah sendiri besarnya bisa mencapai 14 meter persegi.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA