Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Dalam Pemeriksaan, Ketua KY Dicecar Enam Pertanyaan

Senin 28 Sep 2015 15:57 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Bilal Ramadhan

Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki menerima aduan dari Anggota Koalisi Masyarakat Sipil saat pelaporan dugaan pelanggaran kode etik hakim saat mengadukan Hakim Sarpin Rizaldi ke Komisi Yudisial (KY), Selasa (17/2).

Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki menerima aduan dari Anggota Koalisi Masyarakat Sipil saat pelaporan dugaan pelanggaran kode etik hakim saat mengadukan Hakim Sarpin Rizaldi ke Komisi Yudisial (KY), Selasa (17/2).

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Yudisial (KY), Suparman Marzuki diperiksa Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Suparman diperiksa sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik hakim Sarpin Rizaldi. Suparman menjalani pemeriksaan selama empat jam. Suparman didampingi oleh beberapa kuasa hukum.

"Tadi saya ditanya enam pertanyaan. Pertanyaan itu semua demi kelengkapan berkas," ujar Suparman, usai pemeriksaan, Senin (28/9).

Suparman mengaku tetap menjelaskan kepada penyidik bahwa pernyataannya kepada Sarpin dalam kapasitasnya sebagai komisioner KY. Menurutnya, pernyataannya tidak ada sangkut pautnya dengan pencemaram nama baik seperti yang dituduhkan Sarpin.

Kuasa hukum Suparman, Ari Yusuf Amir menambahkan, adanya surat dari dewan pers bahwa kasus ini merupakan sengketa pers menandakan bukan tindak pidana. Dengan begitu, Ari mengharapkan kasus ini dihentikan.

"Tapi kami serahkan ke penyidik, penyidik yang punya kewenangan untuk dihentikan tanpa perlu mencabut laporan dari pelapor," kata Ari.

Dalam hal ini, lanjut Ari, kliennya tidak akan melaporkan balik Sarpin seperti yang dilakukan Taufiqurrahman Syahuri. Termasuk tidak akan melaporkan adanya informasi penambahan pasal selain pencemaran yakni pasal 310 dan 311 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penghinaan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA