Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Kampung Cempluk Jadi Destinasi Wisata Baru Malang

Senin 28 Sep 2015 04:30 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Winda Destiana Putri

Kampung Cempluk, salah satu destinasi wisata budaya baru di Malang

Kampung Cempluk, salah satu destinasi wisata budaya baru di Malang

Foto: Wego

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kampung cempluk festival dibuka dengan pawai budaya dari warga Dusun Sumberejo, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Festival seni budaya rakyat yang telah memasuki tahun ke-6 penyelenggaraannya, mengambil tema "Menjadi Indonesia Itu Sederhana."

Tujuannya mengangkat potensi seni budaya lokal sebagai kekuatan membangun jati diri bangsa. Redy Eko Prasetyo selaku penggagas kampung cempluk menyampaikan, perlu terus dibangun  komunitas berbasis kebudayaan di daerah lain.

"Kampung Cempluk, diharapkan dapat memberi inspirasi pada daerah lain," ujarnya Ahad (27/9)

Kampung Cempluk Festival menjadi destinasi wisata yang baru di Kabupaten Malang. Festival seni budaya yang rutin diadakan setiap tahun ini merupakan obyek wisata budaya.

Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara, dalam sambutannya, menilai KCF menjadi semacam even Malang Tempo Doeloe yang ada di Kota Malang. Budaya, menurut Made, selain menjadi tontonan juga tuntunan.

Untuk itu, dia berharap kebudayaan yang ada di Kabupaten Malang semakin lestari. Disbudpar Kabupaten Malang berencana untuk agar KCF masuk dalam rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Malangpada tahun depan

"Mudah-mudahan, kegiatan seperti ini bisa ditiru di seluruh dusun, desa, kecamatan, di Kabupaten Malang," tambahnya.

KCF 2015 berlangsung mulai Ahad (27/9) hingga tujuh hari ke depan. Beragam atraksi seni budaya rakyat akan tampil dalam tiga panggung utama yang tersedia. Para penampil berasal dari wilayah Desa Kalisongo, dan luar daerah Malang bahkan musisi mancanegara akan turut berpatisipasi.

Sebagai simbol dibukanya acara, dinyalakan cempluk, lampu penerangan berbahan minyak tanah dan obor bambu, oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara, dan Kepala Desa Kalisongo, Siswanto.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA