Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Pengamat: Presiden Bilang Produksi, tapi Menteri Justru Konsumsi

Ahad 27 Sep 2015 19:18 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Didi Purwadi

Enny Sri Hartati

Enny Sri Hartati

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Institute National Development and Financial (Indef), Enny Sri Hartati menilai, demi mendukung pertumbuhan ekonomi dalam negeri, tak lantas pemerintah mempermudah izin pendirian minimarket, melainkan sisi produksinya digenjot.

"Kita bingung presiden bilang produksi, produksi, produksi, tapi menterinya malah konsumsi, konsumsi, konsumsi, lah piye (bagaimana)," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (27/9).

Ia mengatakan, minimarket menyasar pada konsumsi, sedangkan yang ingin digeber Presiden Jokowi adalah produksi. "Justru supaya produksi, maka distribusinya harus diatur tidak begitu mudah," lanjutnya.

Ia melanjutkan, kondisi persaingan ritel saat ini sudah sangat ketat dimana di beberapa lokasi dapat ditemui dua minimarket yang berhadap-hadapan, bahkan ada juga yang tidak memenuhi standar regulasi.

"Kalau dipermudah ini akan semakin menjadi saling membunuh," katanya menambahkan. Ia menyatakan, yang seharusnya diberikan kemudahan dan insentif ialah sisi produksi, bukan sebaliknya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA