Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Cikepuh Sukabumi, Rumah Baru untuk Badak Jawa (1)

Selasa 22 Sep 2015 07:10 WIB

Rep: Setyanavidita Livicansera/ Red: Indira Rezkisari

Badak Jawa

Badak Jawa

Foto: WWF Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, Setiap tanggal 22 September, dunia memperingati Hari Badak Sedunia untuk mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga kelestarian satwa yang yang satu ini. Saat ini, terdapat lima jenis badak yang masih tersisa di dunia.

Dua diantaranya terdapat di Indonesia, yaitu badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan badak Sumatera (Dicherorinus sumatrensis). Kedua jenis satwa langka ini dikategorikan dalam status kritis terancam punah (critically endangered species) oleh Daftar Merah International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN).

Saat ini, Populasi badak Jawa hanya tersisa sekitar 60 ekor dengan komposisi 33 jantan dan 27 betina di alam. Tepatnya, di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Moh Haryono menjelaskan, jumlah individu yang kecil dan kondisi Badak Jawa yang hanya berada dalam satu habitat sangat rentan terhadap kepunahan. “Ada beberapa masalah faktual dan potensial yang mengancam kelestarian Badak Jawa,” ujarnya.

Menurut Haryono, permasalahan faktual yang tengah terjadi saat ini adalah adanya invasi tumbuhan langkap di area konservasi yang mengakibatkan ketersediaan pakan badak menjadi berkurang. Selain itu, diantara para badak juga sering terkadi perkawinan seketurunan yang berakibat pada menurunnya kualitas anak-anak badak.

Beberapa masalah yang kerap timbul, diantaranya cacat lahir, rentan penyakit, dan menurunkan kesuburan anak-anak badak. “Penurunan kualitas ini telah terbukti dengan dilakukannya uji DNA melalui feses dan tulang,” Haryono melanjutkan.

Selain itu, Badak Jawa juga menghadapi ancaman potensial yaitu rawannya lokasi Ujung Kulon yang dekat dengan Gunung Krakatau yang berstatus masih aktif. Selain itu, lokasinya yang berada di tengah laut, juga membuat lokai ini rawan ancaman diterjang tsunami.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA