Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Dosen Surabaya Ciptakan Pompa Air Tenaga Surya

Rabu 16 Sep 2015 00:07 WIB

Red: Hazliansyah

REPUBLIKA.CO.ID,  SURABAYA -- Dosen Jurusan Teknik Elektro Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Andrew Joewono, menciptakan pompa air tenaga surya untuk mengatasi kekeringan yang dialami beberapa daerah di Indonesia, khususnya Jatim.

"Pompa air tenaga surya atau hybrid ini berguna menyediakan solusi karena keterbatasan sumber daya air dengan mengintegrasikan sistem penyedia energi tenaga surya ke dalam pompa listrik, sehingga menghasilkan sebuah inovasi pompa air yang sanggup menghasilkan air sebanyak 1 liter per detik," katanya di Surabaya, Selasa.

Ia mengatakan pompa yang dipergunakan dalam inovasi ini adalah pompa listrik satu fase daya 370 watt, karena umumnya masyarakat menggunakan jenis pompa tersebut. Sedangkan untuk solar panel yang digunakan menangkap sinar matahari bisa menghasilkan 500 watt peak (wp) dalam waktu satu hari dengan tegangan sekitar 12 volt.

"Pengoperasiannya membutuhkan listrik maupun sinar matahari, jika memakai listrik maka aki tidak akan berfungsi dan hanya mengisi daya baterainya, karena jika memakai listrik akan bisa digunakan hingga listriknya padam, namun kita tahu listrik itu masih belum merata," paparnya.

Menurut dia, pompa hybrid tersebut dapat dipergunakan oleh masyarakat yang tinggal di pelosok, sehingga ia menggunakan sistem elektrik hybrid dengan sumber PLN dan energi matahari. Apabila sedang tidak ada listrik, maka pompa bisa langsung mengambil cadangan tenaga dari panel surya sehingga dapat tetap bekerja.

"Pada dasarnya, selama ada air di dalam tanah, maka pompa air dapat dipergunakan, namun itu juga harus disesuaikan dengan kondisi kerasnya tanah, letak kedalaman air tanah dan kemampuan pipa maupun pompa serta energi penunjangnya untuk menyedot dan menyemburkan air dari dalam tanah," tuturnya.

Dia mengungkapkan umumnya pompa memiliki tipe sedotan bawah dan atas yang dapat masuk ke dalam tanah dengan total 'head' dari keluarnya pompa hingga keluar air adalah 30 meter.

"Dengan menggunakan pompa hybrid ini kita akan bisa menghemat dari sisi penggunaan air sebanyak 14.400 ribu liter dengan menggunakan pompa Alternating Current (AC), bukan pompa Direct Current (DC) agar arus AC bolak-balik ini bisa mengalir dan tidak tetap dari positif ke negatif, begitu juga sebaliknya," ungkapnya.

Tujuan akhir pompa air tenaga hybrid ini, ia menambahkan agar masyarakat pelosok bisa menghasilkan air sendiri untuk menghindari kekeringan secara serentak, sekalipun satu sumber habis airnya, apabila masih ada sumber yang bekerja di suatu daerah airnya akan bisa dibagi hingga beberapa desa, cukup dengan membangun instalasi pompa ini di beberapa tempat yang kriterianya sesuai.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA