Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wakil Walkot Bekasi Keluhkan Kebakaran TPST Bantargebang

Senin 14 Sep 2015 11:16 WIB

Rep: c37/ Red: Bilal Ramadhan

TPST Bantar Gebang

TPST Bantar Gebang

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Kebakaran yang melanda zona 3 dan 4 Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Bantargebang belum dapat teratasi oleh Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta. Kebakaran yang terjadi sejak hari Jumat (11/9) ini diperkirakan melalap area seluas 50 hektar.

Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu meminta Pemerintah DKI Jakarta untuk segera memadamkan kebakaran tersebut. Karena dikhawatirkan ini akan berdampak pada keselamatan dan kesehatan warga Bantargebang.

"Saya minta Pemerintah DKI  sesegera mungkin mengupayakan pemadaman kebakaran ini supaya tidak berlarut-larut. Untuk membantu pemadaman, kita juga mengerahkan Damkar kita," kata Syaikhu saat menghadiri Pameran Alutsista di Kampus Unisma, Bekasi Timur, Senin (14/9).

Sementara itu untuk penduduk di pemukiman sekitar TPST, Syaikhu menjelaskan bahwa demi keamanan mereka dari api yang sewaktu-waktu bisa saja menyambar ke daerah pemukiman setempat, jajaran kelurahan dan kecamatan setempat sudah mengungsikan mereka.

"Jajaran kecamatan dan kelurahan setempat sudah bekerja mengungsikan sementara warga-warga yang terkena dampak ke kantor kelurahan, sehingga terhindar dari kemungkinan bahaya kebakaran," jelasnya.

Kebakaran di TPST Bantargebang telah memasuki hari keempat. Selain armada dari Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, pemadaman api ini juga dibantu dari Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat, Utara, Barat, Selatan, Timur.

Dari Sudin Jakarta Pusat di kerahkan 2 unit medium presure, Sudin Utara mengerahkan 1 Unit High Presure serta 1 Quick respon, Sudin Jakarta Barat mengerahkan 2 unit medium presure serta 1 unit 2500L. Sudin Jakarta Selatan mengerahkan 1 unit medium presure, Sudin Jakarta Timur mengerahkan 4 unit medium presure serta 1 quick respon.

Masing-masing unit ada yang menyedot sumber air dari kali terdekat dan unit yang lain untuk membuat rangkaian penyerangan ke titik api. Sampai saat ini situasi kebakaran masih sulit diatasi karena sampah yang terbakar sangat banyak.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA