Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Konser Bon Jovi di Cina Dilarang, Ada Apa?

Rabu 09 Sep 2015 04:24 WIB

Rep: Risa Herdita/ Red: Agung Sasongko

Bon Jovi

Bon Jovi

Foto: viagogo.co.uk

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Konser Bon Jovi yang akan menjadi pertama kalinya di Cina dibatalkan pemerintah setempat. Tidak ada alasan yang dinyatakan secara resmi, Tapi BBC melaporkan, Selasa (8/9), hal ini dikarenakan band rock asal Amerika ini pernah menggunakan gambar Dalai Lama sebagai latar belakang panggung lima tahun yang lalu.

Sebelumnya, Cina juga pernah melarang kedatangan artis, seperti Bjork. Musisi asal Islandia dilarang datang ke Cina karena telah meneriakkan "Tibat,Tibet" saat konsernya di Shanghai tahun 2008. Tidak hanya artis, bahkan akademisi dan politisi juga pernah dilarang karena menunjukkan dukungan bagi Dalai Lama atau kemerdekaan Tibet.

Baru-baru ini, bahkan Maroon 5 juga diberitakan termasuk band yang dilarang mengadakan konser di negara itu. Pelarangan konser band yang terkenal lewat lagunya yang berjudul Moves Like Jagger dan She Will Be Loved itu dikaitkan dengan kicauan mereka yang berisi ucapan ulang tahun kepada Dalai Lama pada Juli lalu.
 
Bon Jovi sebenarnya telah dijadwalkan akan bermain di Shanghai dan Beijing pekan depan. Namun, the Financial Times yang dilansir BBC melaporkan Kementerian Kebudayaan Partai Komunis telah mengetahui band itu pernah tampil di depan gambar sang biksu Tibet saat konser di Taiwan tahun 2010.

"Penyelenggara konser, AEG, telah mencoba meyakinkan para pejabat. Namun, mereka merasa peluang untuk meloloskan agenda ini sangat tipis," tulis BBC.

Pemimpin Cina, sebelumnya, telah menyebut Dalai Lama sebagai faktor pemecah belah dan "Serigala Berjubah Biksu".  Saat ini, isu Tibet memang terhitung sangat sensitif, terutama menjelang peringatan 50 tahun berdirinya Daerah Otonomi Tibet.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA