Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Rupiah Melemah

Rupiah Rp 15 Ribu per Dolar AS, Pengaruhi Kredit Macet

Selasa 08 Sep 2015 21:15 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Djibril Muhammad

 Pekerja melintas saat melakukan aktifitas di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Kamis (6/8).

Pekerja melintas saat melakukan aktifitas di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Kamis (6/8).

Foto: Republika/ Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kondisi perbankan mulai tak sehat bila kurs rupiah mencapai Rp 15 ribu per dolar AS. Kredit bermasalah (NPL) pun akan terpengaruh.

Kendati demikian, menurut plt Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan keadaan perbankan sekarang masih sehat.

"Kalau kita lihat di tingkat kecukupan modal bank di level 20 persen masih tinggi. Sedangkan kalau kita lihat gross NPL bank di 2,6 persen masih rendah," jelasnya di Jakarta, Selasa, (8/9).

Ia menambahkan, bila NPL bank naik ke tingkat tiga atau empat persen, industri perbankan masih bisa menyerap kerugian yang terjadi. Fauzi menyatakan, kesehatan perbankan Indonesia masih jauh lebih baik dibandingkan pada krisis 2008.

"Di 2008 lalu, 3,5 persen rasio kecukupan modalnya. Rata-rata perbankan saat ini masih sekitar 20 persen atau di atas CAR, di 2008 lalu sebesar 17 persen," ungkapnya. Ia melanjutkan, berdasarkan indeks stabilitas perbankan LPS, mata uang rupiah di level Rp 14.200 masih relatif aman.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA