Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Tingkatkan Daya Beli, Peritel Tunggu Belanja Pemerintah

Kamis 03 Sep 2015 13:22 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Bisnis Ritel. Ilustrasi

Bisnis Ritel. Ilustrasi

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -  PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menyiapkan beberapa strategi untuk   menjaga pertumbuhan bisnisnya di tengah  perlambatan pertumbuhan ekonomi yang juga menyerang industri ritel di tahun ini. Presiden Direktur Alfamart, Anggara Hans Prawira mengatakan, untuk menghadapi  pelemahan daya  beli,  perusahaan menerapkan beberapa strategi.

Antara lain, dengan menambah jumlah toko, memanfaatkan teknologi informasi, mengoptimalkan lini bisnis di luar negeri dan pilihan terakhir adalah menaikkan harga jual ke konsumen.

"Opsi terakhir dilakukan ketika suplier atau pemasok menaikkan harga ke Alfamart. Mau tidak mau, kami juga menaikkan harga jual ke konsumen. Biasanya di kisaran 4 hingga 10 persen," katanya, baru-baru ini.

Meskipun produk yang dipasarkan di toko Alfamart merupakan produk lokal, namun beberapa diantaranya menggunakan bahan baku impor. Akibatnya, ikut terkena imbasnya pada saat rupiah melemah.

Hans mengakui, opsi menaikkan harga bisa menurunkan daya beli konsumen yang berujung  pada melambatnya pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan. Namun, agar roda bisnis tetap berjalan Alfamart memanfaatkan perangkat teknologi, seperti tablet. Tujuannya, guna mengefisiensikan penggunaan kertas dalam setiap laporan transaksi bisnis.

Hans  juga  menegaskan  bahwa  untuk  menggairahkan  perekonomian nasional,  tidak  cukup  hanya  dengan  mengandalkan festive season, yakni momen Ramadhan dan Lebaran. Peritel menunggu  belanja pemerintah (government  spending).  

“Saya berharap anggaran belanja pemerintah segera digulirkan agar mendongkrak daya beli.  Proyek  infrastruktur yang belum dijalankan pemerintah, misalnya, bisa menstimulus daya beli masyarakat,” kata dia.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA