Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Jokowi: Perlu Deregulasi Besar-besaran

Rabu 02 Sep 2015 11:21 WIB

Red: Esthi Maharani

Jokowi

Jokowi

Foto: antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menampung usulan kebijakan dan penyederhanaan peraturan dari para Menteri Koordinator dalam rangka penguatan ekonomi nasional.

Presiden Jokowi menggelar Sidang Kabinet Paripurna dengan topik Usulan Kebijakan dan Penyederhanaan Peraturan dari Para Menteri Koordinator dalam rangka Penguatan Ekonomi Nasional.

"Kondisi ekonomi kita saat ini kalau dibandingkan dengan tahun 1998 maupun 2008 dari angka-angka yang saya peroleh dikatakan jauh lebih baik," katanya, Rabu (2/9).

Namun ia merasa perlu untuk menyampaikan bahwa apapun yang terjadi semua pihak harus berhati-hati dan waspada terhadap kondisi yang berkembang.

Menurut dia, seperti yang telah disampaikan dalam beberapa kesempatan sebelumnya bahwa Indonesia memerlukan deregulasi besar-besaran.

"Diperlukan deregulasi besar-besaran dan pembuatan regulasi yang baru yang betul-betul memberi iklim yang baik pada ekonomi kita dalam waktu yang secepat-cepatnya," katanya.

Jokowi berpendapat Indonesia seperti sedang berkejaran dengan waktu sehingga harus mengambil langkah yang cepat.

"Meskipun data yang ada seperti rasio kecukupan modal, capital adequacy ratio, perbankan indonesia saat ini masih di atas 20 persen. Ini juga sangat bagus kalau dibanding dengan negara lain, termasuk ini yang paling baik di Asia," kata Jokowi.

Rapat itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri, dan para pimpinan lembaga tinggi negara.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA