Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Tuduhan Rasis Buat Hulk Hogan Ingin Bunuh Diri

Selasa 01 Sep 2015 10:27 WIB

Red: Hazliansyah

Hulk Hogan yang memiliki nama asli Terry Bollea berdiri di belakang pengacaranya, David Houston, yang tengah berbicara pada wartawan terkait peredaran video porno Hulk Hogan.

Hulk Hogan yang memiliki nama asli Terry Bollea berdiri di belakang pengacaranya, David Houston, yang tengah berbicara pada wartawan terkait peredaran video porno Hulk Hogan.

Foto: AP Photo

REPUBLIKA.CO.ID, -- Tuduhan rasis yang dialamatkan pada legenda gulat Hulk Hogan benar-benar membuatnya terpukul. Bahkan Hogan sempat berpikir untuk bunuh diri akibat masalah tersebut.

"Dari segala hal yang pernah saya lalui, hal yang satu ini benar-benar menjadi pukulan yang berat bagiku," ujar Hulk Hogan saat tamppil di acara 'Good Morning America', seperti dikutip dari Aceshowbiz, Selasa (1/9).

Ia menjelaskan bagaimana kondisi batinnya yang terguncang akibat masalah itu.

"Aku benar-benar merasa berada di titik paling rendah dalam hidup, titik dimana aku merasa ingin bunuh diri," ujar Hogan.

Permasalahan rasis yang dialami Hogan bermula saat video dewasa dirinya bersama seorang wanita beredar tanpa izin oleh satu situs porno. Hogan lantas menuntut situs tersebut ke pengadilan. Demi kelancaran proses, pengadilan memerintahkan transkrip dalam video tersebut, di mana terdapat bahasa rasis dari Hogan terkait putrinya yang memacari pria kulit hitam.

Transkrip tersebut bocor ke publik dan menjadi masalah besar bagi Hogan. Bahkan ia juga dipecat oleh dari World Wrestling Entertainment (WEE) akibat peristiwa itu.

"Aku tidak rasis tapi aku memang tidak seharusnya bicara seperti itu. Itu hal yang salah. Aku malu dengan hal itu," kata dia.

Untuk orang-orang yang merasa tersinggung akibat ucapannya, Hogan meminta maaf.

"Tolong maafkan aku. Maafkan aku," kata dia.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA