Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Disergap Perompak Somalia, Kapal Iran Ini Kabur

Sabtu 29 Aug 2015 00:10 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Perompak Somalia, dalam salah satu aksinya.

Perompak Somalia, dalam salah satu aksinya.

Foto: topnews.in

REPUBLIKA.CO.ID,  NAIROBI -- Sebuah kapal penangkap ikan Iran dan awaknya telah melarikan diri setelah disekap selama lima bulan oleh nelayan Somalia. Namun tidak jelas berapa awak yang telah melarikan diri.

Jabel, kapal nelayan Iran diyakini memiliki hingga 19 awak itu ditangkap pada 26 Maret bersama dengan kapal nelayan Iran lainnya, Siraj. Para pejabat setempat menuduh mereka melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Somalia.

Meskipun masih ada kasus jarahan di laut, pembajakan di Samudera Hindia sebagian besar mereda dalam tiga tahun terakhir. Terutama karena perusahaan menyewa keamanan swasta dan adanya kapal perang internasional.

Manajer regional Oceans Beyond Piracy John Steed mengatakan, Jaber dan awaknya melarikan diri Kamis (27/8) dini hari dan dikejar oleh bajak laut di dekat pantai Ceel Hur, Somalia tengah.

"Sepertinya kapten mengambil kesempatan saat sebuah helikopter melintas atau apapun, ketika penjaga terganggu dan tidak di kapal. (Mereka) memotong jangkar dan terus pergi," katanya.

Ia menambahkan, kapal Iran telah mencapai sebuah kapal yang merupakan bagian dari Angkatan Laut Internasional Uni Eropa yang melindungi jalur pelayaran dari bajak laut.

Juru bicara operasi AL Uni Eropa, Letnan Robert Thurmott mengatakan pasukan di kapal tersebut telah memberikan makanan dan air untuk awak Jaber. Para pejabat Somalia dan Iran telah diberitahu tentang situasi Jaber.

Sementara awak Siraj yang hanya 26 pelaut dan masih ditahan perompak Somalia. Menurut PBB, puncak awak yang ditahan sekitar 750 orang pada awal dekade ini.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA