Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Sekolah Alquran Tertua di Uganda Diperbarui

Kamis 27 Aug 2015 07:00 WIB

Rep: C27/ Red: Ilham

Muslim Uganda

Muslim Uganda

Foto: scarlettlion.com

REPUBLIKA.CO.ID, BUTAMBALA -- Untuk membuat Islam lebih kuat dan berpengetahuan lebih dalam, seorang Muslim Uganda membuat kampanye untuk memperbarui sekolah Alquran tertua di Uganda. Sekolah menjadi gerbang awal generasi Muslim Uganda untuk menunjukan kemampuannya dalam berkembang.

"Nabi Muhammad (SAW) menerima pesan pertama pendidikan, jadi kami ingin melihat bagaimana kita dapat mengembangkan orang-orang kita melalui pendidikan," kata direktur Salam TV Karim Kalisa, dilansir dari OnIslam, Kamis (27/8).

Jika sebelumnya Kalisa membuat saluran Salam TV untuk menyebar luaskan pesan positif tentang Islam, kali ini ia ingin juga membantu perjuangan dalam bidang pendidikan. Dengan memperbarui sekolah Alquran yang dikenal dengan Lukalu di Butambala, Central Uganda, ia berharap generasi Muslim akan semakin maju.

"Sekolah ini dalam kondisi buruk, kakek kami dengan sedikit pengetahuan yang mereka miliki, mendirikannya karena Islam adalah peradaban asing pertama yang mereka terima di awal 80-an," ujar Kalisa.

Selama pengumpulan dana, sudah terkumpul lebih dari 141 ribu dolar melalui penggalangan. Saat ini kontruksi pembangunan sudah mulai dilakukan.

Islam diperkenalkan ke Uganda oleh orang-orang Arab untuk Raja Ssuuna II Buganda pada tahun 1884, yang dipengaruhi penggunaan kata-kata seperti Kalaam (Pen), Kitab (buku), Swabun (sabun), dan Sukar (gula). Dengan jatuhnya Uganda di bawah kekuasaan Inggris, agama Kristen mendapat kesempatan untuk tumbuh dari bagian kurikulum sekolah, sementara itu ajaran Islam berada dalam bayang-bayang.

"Tapi sekarang banyak didirikan sekolah Islam, telah datang mengajar teologi Islam di samping kurikulum Inggris," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA