Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

11.750 Petugas Gabungan Amankan Pilkada Indramayu

Kamis 27 Aug 2015 01:45 WIB

Rep: Lilis Handayani/ Red: Hazliansyah

Pilkada. Ilustrasi

Pilkada. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Sebanyak 11.750 petugas gabungan akan mengamankan jalannya pilkada Kabupaten Indramayu. Mereka ditempatkan di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) maupun sejumlah lokasi lainnya.

Hal itu disampaikan Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko, saat apel Gelar Pasukan Ops Mantap Praja Wiralodra 2015 dalam rangka Pengamanan Pilkada 2015 yang berlangsung di Mapolres Indramayu, Rabu (26/8).

''Operasi Mantap Praja Wiralodra 2015 ini dilaksanakan selama 123 hari di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu,'' ujar Wijonarko.

Wijonarko menyebutkan, sebanyak 11.750 petugas itu terdiri dari 817 personel jajaran Polres Indramayu, 210 BKO Brimob Polda Jabar, 90 BKO Dalmas Polda Jabar dan 300 personel tertangga (Cirebon Kota, Cirebon, Kuningan, Majalengka dan Subang). Selain itu, ditambah dengan 540 personel TNI dan 9.793 personel linmas.

''Mereka akan disebar di 2.781 TPS yang ada di Kabupaten Indramayu,'' terang Wijonarko.

Selain itu, petugas juga menyiapkan langsung pengamanan melekat kepada setiap pasangan calon. Pengamanan dilaksanakan di sejumlah tempat lainnya.

Wijonarko menyatakan, dalam melakukan pengamanan pilkada, pihaknya mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, yang didukung kegiatan intelijen, penegakan hukum, kuratif dan rehabilitasi. Diharapkan, seluruh tahapan pilkada dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.

''Saya perintahkan kepada seluruh jajaran untuk mengawal dan mengamankan setiap tahapan pilkada dengan sebaik-baiknya, serta berupaya mewujudkan terciptanya kamtibmas yang kondusif agar dapat memberikan rasa aman,'' tegas Wijonarko.

Wijonarko mengakui, berbagai potensi kerawanan dapat terjadi dalam setiap tahapan pilkada. Salah satunya berupa pelanggaran tindak pidana pilkada, termasuk tindak pidana umum, yang harus dapat dikelola dan ditangani Polri secara profesional, transparan dan akuntabel.

Terkait tindak pidana pilkada, Polri bekerja sama dengan kejaksaan, pengadilan dan panwaslu Kabupaten Indramayu. Diharapkan, segala pelanggaran pilkada yang terjadi dapat terselesaikan dengan tuntas.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA