Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Pabrik Garmen Berpotensi Sumbang Devisa Negara

Rabu 26 Aug 2015 18:07 WIB

Rep: Edy Setiyoko/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Industri tekstil, ilustrasi

Industri tekstil, ilustrasi

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Perusahaan garmen berteknologi modern, PT Pan Brother TBk mengembangkan sayap bisnis di Propinsi Jateng. Salah satu anak perusahaannya, PT Eco Smart Garment Indonesia (ESGI) yang berada di Kecamatan Klego, Kabaupaten Boyolali, diresmikan Menteri Perindustrian, Saleh Husin, Rabu (26/8).

Pabrik garmen modern ini, memiliki nilai investasi  34 juta dolar AS dan menyerap tenaga kerja 12 ribu orang.
''Saya mendukung dan memberikan apresiasi terhadap investasi yang dilakukan Pan Brothers di Jawa Tengah ini. Diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan industri dan ekonomi nasional,'' harap Salih.

Salih juga meminta kepada Pan Brothers, agar bisa membangun industri pakaian jadi di luar pulau Jawa, mengingat Pan Brothers Group merupakan industri terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Seperti diketahui, PT Pan Brothers Tbk kini memiliki 10 anak perusahaan yang bergerak dibeberapa sektor usaha. Diantaranya, empat perusahaan bergerak dibidang garment industry, tiga perusahaan dibidang product development & buying agent, satu perusahaan dibidang textile industry, satu perusahaan dibidang sewing & embroidery thread industry, dan satu perusahaan dibidang retail holding company.

Total karyawan sampai saat ini mencapai 35.493 orang dengan nilai investasi sebesar 53 juta dolar AS.
Menurut Menperin, apabila tujuh pabrik sudah didirikan di Jawa Tengah, diharapkan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 21 ribu orang dengan nilai investasi mencapai 60 Juta dolar AS.

Saleh Husin menyatakan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) adalah sektor yang memiliki peranan penting dalam penyumbang devisa negara dan penyedia sandang nasional. Industri padat karya ini juga telah menyerap tenaga kerja sebesar 10,6 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur.

Namun demikian, pangsa pasar industri TPT di dunia hanya sekitar 1,8 persen. Oleh karena itu, perlu diupayakan untuk ditingkatkan ke posisi yang lebih baik. Ini mengingat industri TPT nasional memiliki keunggulan, yaitu struktur industri yang lengkap dari hulu ke hilir.

Sementara itu, investasi PMDN industri TPT sampai dengan triwulan I tahun 2015 telah mencapai Rp 455,1 miliar, atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 362,8 miliar. Sedang untuk PMA industri TPT, investasinya mencapai 63 juta dolar AS.

Selain komitmennya untuk terus berinvestasi di Indonesia, Menperin menyampaikan, langkah strategis PT Pan Brothers Tbk yang perlu diikuti oleh industri lain. Yakni, melakukan penguatan kerjasama dengan negara-negara Asia. Bahkan, negara-negara Eropa dan Amerika. Ini agar dapat saling melengkapi kedalaman struktur industri nasional.

Selain itu, Menperin juga mengatakan, bahwa diversifikasi pasar tujuan ekspor perlu terus dikembangkan. Ini agar dapat mendongkrak pertumbuhan ekspor secara signifikan.

Menperin mengharapkan, kepada PT Pan Brothers, Tbk yang telah melakukan ekspansi dengan mendirikan PT Eco Smart Garment Indonesia agar terus meningkatkan kinerja industri dan turut berperan dalam mensejahterakan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal sehingga turut mengurangi urbanisasi dari desa ke kota.

Pada hari yang sama, sebelum persemian PT Eco Smart Garment Indonesia, Menperin telah melakukan pelepasan secara simbolis sebanyak 300 orang siswa On Site Training Operator Mesin Industri Garment berbasis kompetensi di PT Eco Smart Garment Indonesia.

Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi jumlah pengangguran karena proses pendidikannya dalam konsep '3 in 1' yaitu pendidikan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA