Sabtu, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Sabtu, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Ronaldo, Bacca dan Darah Dingin

Sabtu 22 Agu 2015 15:21 WIB

Red: Didi Purwadi

Ronaldo

Ronaldo

Foto: AP

Oleh: muhammad iqbal
Redaktur Republika

Penggemar sepak bola dunia tidak mungkin tak mengenal Ronaldo Luís Nazário de Lima. Ronaldo, sang fenomena, merupakan legenda. Dua titel juara dunia bersama tim nasional Brasil hingga puluhan gelar kala membela berbagai klub Eropa merupakan garansi kehebatan.  

Tak terhitung pula sederet penghargaan sebagai individu, semisal pemain terbaik dunia versi FIFA 1997. Mengawali karir bersama Cruzeiro, Ronaldo menahbiskan nama sebagai penyerang andal bersama FC Barcelona. Setelah itu, berbagai klub papan atas Eropa seperti Inter Milan, Real Madrid hingga AC Milan dibelanya.  

Meskipun singkat, kiprah Ronaldo bersama Milan medio 2007-2008, menghadirkan kesan tersendiri bagi Milanisti. Gangguan cedera tak mengadangnya bermain apik. Mengenakan kostum bernomor punggung 99, Ronaldo mampu menghasilkan tujuh gol dari 14 laga dalam separo musim sejak membela I Rossoneri Januari 2006.    

Kolaborasinya bersama dua rekan senegara yaitu Kaka' dan Alexandre Pato dalam wujud trio Ka-Pa-Ro, begitu menakutkan. Namun, semusim berselang, deraan cedera pada ligamen lutut tak kuasa ditahannya. Maka pada akhir musim 2007/2008, Ronaldo dilepas manajemen Milan.  

Kontraknya kedaluarsa dan tak diperpanjang. Walaupun singkat, kiprah apik Ronaldo memberikan kesan mendalam bagi Carlos Bacca. Penyerang yang direkrut dengan banderol 30 juta euro dari Sevilla ini begitu mengagumi Ronaldo.

Demikian penuturan Bacca seperti dikutip dari @Milanello, Jumat (21/8). "Siapa mantan striker Milan yang saya kagumi? Ronaldo," ujarnya. Meskipun begitu, Bacca mengaku menyayangkan, Ronaldo harus mengakhiri karirnya lebih dini.  

Sekadar mengingatkan, pada 14 Februari 2011, sang fenomena memutuskan gantung sepatu. Klub terakhirnya adalah Corinthians. "Dia tidak beruntung," begitu komentar Bacca.

Lebih lanjut, pria asal Kolombia ini menyebut Ronaldo sebagai sosok eksepsional. Hal-hal tak terduga dapat dilahirkan Ronaldo ketika sedang bermain. "Dia bisa melakukan trik-trik hebat untuk lolos dari kawalan lawan dan kemudian mencetak gol," katanya.  

Lalu, apa kesamaan Bacca dengan Ronaldo? "Mungkin sama-sama berdarah dingin," ujar Bacca yang pernah membela Club Brugge. "Ronaldo dingin, bertenaga dan penyelesai yang andal," lanjutnya.  

Pascameraih sejumlah prestasi bersama Sevilla, Bacca mencoba memulai lembaran baru bersama Milan. Scudetto jadi target utama. Meskipun begitu, Bacca meyakini Milan mampu bersaing dengan tim terkuat di kancah Serie A saat ini yaitu Juventus.

Selain itu, pria 28 tahun ini ingin mengantarkan Milan memenangi Coppa Italia dan kembali berlaga di Liga Champions. "Itu harus menjadi tujuan kami musim ini," ujar Bacca. "Kami akan melakukan yang terbaik. Tujuan utama adalah menang," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA