Sunday, 20 Jumadil Akhir 1443 / 23 January 2022

Oposisi Thailand Tolak Keterlibatan Bom Bangkok

Jumat 21 Aug 2015 04:33 WIB

Rep: C33/ Red: Julkifli Marbun

Dirilis oleh juru bicara Kepolisian Kerajaan Thailand Letnan Jenderal Prawut Thavornsiri menunjukkan seorang pria mengenakan T-shirt kuning naik di bagian belakang sepeda motor dekat Erawan Shrine di Bangkok, Thailand.

Dirilis oleh juru bicara Kepolisian Kerajaan Thailand Letnan Jenderal Prawut Thavornsiri menunjukkan seorang pria mengenakan T-shirt kuning naik di bagian belakang sepeda motor dekat Erawan Shrine di Bangkok, Thailand.

Foto: Royal Thai Police via AP

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan partai oposisi Thailand  National United Front of Democracy Against Dictatorship (UDD) Jatuporn Prompan, mengaku tidak terlibat sama sekali dengan peristiwa pengeboman di Bangkok.

Prompan malah mengatakan tindakan pengeboman itu sebagai serangan yang bukan dilakukan oleh orang biasa. Sebagai pimpinan partai oposisi yang disebut "gerakan kaus merah" itu, ia merasa partainya tidak akan mendapat keuntungan dari aksi melukai orang.

Ia bahkan menyatakan jika hasil penyelidikan menemukan adanya seseorang dari partainya yang berhubungan dengan aksi peledakan maka orang itu harus dihukum seberat mungkin. Ia sempat menyayangkan pernyataan juru bicara pemerintah yang mengindikasikan adanya keterlibatan partainya. Padahal ia meyakini tidak ada bukti yang menguatkan pernyataan itu.

Sebelumnya, partai yang diketuai Prompan memang terlibat dalam aksi berdarah guna menunbangkan pemerintah Thailand. Partai UDD mendapat dukungan kuat dari mantan Perdana Menteri Thailand Taksin Shinawatra. Sayang setelah tumbangnya rezim Taksin pada 2006 lalu menjadikan dukungan partai UDD menurun.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA