Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Emosi Spontan yang Berujung Pembunuhan Sadis

Rabu 19 Aug 2015 15:18 WIB

Rep: C15/ Red: Ilham

Reknstruksi pembunuhan (ilustrasi)

Reknstruksi pembunuhan (ilustrasi)

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Subdir Reserse Mobil Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi penemuan mayat perempuan di empang, wilayah Balaraja, Tangerang, Rabu (19/8). Dari hasil rekonstruksi, terdapat 47 adegan yang dimulai dari pertemuan tersangka Bahrul Ulum (26) dan korban Musyarafa (31), hingga aksi pembunuhan.

Kanit V Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Handik Zusen mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui motif dan runutan kejadian pembunuhan. "Kita jadi tahu proses pembunuhan dilakukan dan motif apa yang melatar belakangi pembunuhan tersebut," ujar Handik saat melakukan rekonstruksi pembunuhan di Tangerang, Rabu (19/8).

Pada 24 Mei 2015, Bahrul sempat mengajak Musyafara jalan dan ngobrol di salah satu pabrik batako di Tangerang. Awalnya, pembicaraan mereka berjalan mulus. Namun, pada akhir pertemuan, Musyafara yang memang memiliki hubungan dekat dengan Bahrul sempat mempertanyakan mengapa setiap Musyafara menelepon Bahrul ada suara perempuan yang mengangkat telepon tersebut.

Bahrul dan Musyafara sempat bertengkar hebat. Karena merasa dikhianati oleh Bahrul, Musyafara menagih sejumlah uang yang Bahrul pinjam untuk modal usaha. "Kesal karena ditagih hutang, Bahrul adu mulut dengan Musyafara dan kemudian memukul kepala Musyafara dengan batako," ujar Handik.

Setelah terbujur dan mengeluarkan darah di bagian kepala, Bahrul menggotong Musyafara ke dalam empang di belakang pabrik batako tersebut. Sebelum membuang Musyafara ke empang, Bahrul lebih dulu mengikat tangan Musyafara dan mengikatkan 4 batako ke kaki dan tubuh Musyafara.

Musyarafah ditemukan warga di sebuah empang di Kampung Nagreg RT 04/01 Desa Sentul, Balaraja, Kabupaten Tangerang pada Juli, lalu. ‎Mayat wanita ini baru diketahui setelah empang surut.

Tidak ada identitas yang melekat di tubuh korban. Saat ditemukan, jasad korban tertelungkup dan sudah berlumuran lumpur serta nyaris tidak dikenali. Dia ditemukan dengan kaki dililit batu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA