Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak, Akses Pendidikan Perlu Diperkuat

Rabu 19 Aug 2015 13:22 WIB

Rep: C02/ Red: Winda Destiana Putri

Menteri Kesehatan Nila Moeloek

Menteri Kesehatan Nila Moeloek

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan menilai akses pendidikan sangat berperan untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek mengatakan salah satu penyebab meningkatnya angka kematian ibu dan anak adalah pernikahan dini.

Hingga kini, kata Nila, jumlah pernikahan dini semakin meningkat. Anak 19 tahun sudah mempunyai empat orang anak karena menikah di usia 14 tahun. Ia mengaku saat berkunjung  ke daerah perbatasan dan kepulauan. Akses pendidikan untuk anak tamat SD tidak ada. Sehingga kebanyakan dari anak-anak setelah tamat SD langsung dinikahkan. Sedangkan di umur itu, fisik dan kejiwaan anak belum sempurna.

"Saya sering terenyuh kalau ke daerah-daerah terpencil. Tidak ada akses pendidikan. Kalau sudah tamat SD mereka langsung dikawinkan begitu saja. Padahal fisik dan kejiwaannya belum sempurna," ujar Nila saat Symposium GKIA di Balai Kartini Jakarta, Rabu (19/8).

Nila juga mengungkapkan temuannya di Sulawesi Tenggara. Di situ kata Nila ada sebuah tradisi menggantungkan anak di pohon. Sedangkan ibunya pergi ke sawah untuk bekerja. Karena posisi gantungan anak terlalu rendah. Anak pun akhirnya di makan anjing. Tapi ekspresi sang ibu biasa saja.

Tidak hanya itu di Kabupaten Boven Digoel yang terletak di Tanah Mereah Provinsi Papua. Di kabupaten itu kata Nila, ibu yang akan melahirkan harus diasingkan dalam hutan. Mereka tidak boleh berada di rumah atau pun dalam kampung selama 40 hari. Jika mereka masuk kampung, maka mereka akan dikenakan biaya adat yang sangat mahal.

Ia mengingatkan ibu sangat berperang penting dalam membentuk pertumbuhan anak di berbagai aspek, seperti kesehatan pendidikan ataupun ekonomi. Jika pendidikan rendah maka akan minim pengetahuan, minim pendapatan dan bermasalah dengan ekonomi. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan kerap terjadi.

"Kemenkes akan tetap melakukan pendekatan untuk kesehatan masyarakat. Tapi akses pendidikan tetap harus ditingkatkan, agar masyarakat tahu bagaimana menjaga kesehatan sendiri dan keluarga. Dengan begitu angka kematian ibu akan menurun," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA