Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Tips Bagi Pembeli Rumah Pertama Kali

Ahad 16 Aug 2015 19:28 WIB

Rep: C30/ Red: Ilham

Perumahan yang baru dibuat

Perumahan yang baru dibuat

Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk pencari rumah harus pinter-pinter memilih dan memilah jenis perumahan. Ini untuk menghindari sikap boros dan penipuan yang modusnya makin pintar.

CEO Rumahku.com, Rudi Saputra memaparkan beberapa tips yang perlu diperhatikan sebelum membeli rumah. Mungkin ini akan membantu para pembaca.

Pertama, cari lokasi yang dekat dengan kantor. Alasannya, rumah yang dekat dengan tempat kerja mengurangi tingkat depresi, menghemat energi, dan waktu. "Macetnya jalanan dan rasa lelah, kadang menjadi pemicu depresi," ujar Rudi, dalam talkshow di pameran BTN Expo 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Ahad (16/8).

Kedua, usahakan mendapatkan rumah jadi, bukan yang indent. Tapi hal satu ini dikembalikan pada kebutuhan masing-masing.

Bagi pekerja dan yang sudah berumah tangga atau buat pasangan yang baru menikah biasanya membutuhkan rumah siap huni. Namun bagi yang masih lajang, bisa saja membeli rumah indent karena kebutuhan yang tidak begitu mendesak.

Menurut Rudi, pembelian rumah siap huni ini untuk mengihindar dari penipuan. Pasalnya, tidak sedikit orang yang tertipu. Tanah yang dijual pada salah satu konsumen, ternyata dijual juga pada konsumen lain.

Ketiga, pastikan siapa development perumahan untuk menghindari penipuan dan kerugian. Sangat dianjurkan bagi konsumen atau calon pembeli untuk jangan terlalu mudah percaya pada apa yang ditawarkan oleh sales marketing.

"Kepemilikan tanah harus kita ketahui, jangan sampai ada gugatan dikemudian hari ketika rumah sudah kita huni, ternyata tanah milik sewaan, pokoknya harus detail menggali informasi," ujarnya.

Keempat, bayar dengan sistem angsuran kredik pemilikan rumah (KPR). Meskipun memiliki dana yang cukup, anjuran untuk menggunakan KPR sangat membantu.

Andi Kusnandar yang juga bagian dari Rumahku.com memberikan contoh. Misal harga 600 juta, maka ambilah cicilan 20 tahun, maka uang yang sebagian bisa untuk buka usaha yang lain. "Saya ambil KPR yang lebih panjang dan rendah. Jadi uang yang saya miliki bisa berputar, untuk cicilan, untuk usaha, dan kegiatan sehari-hari," papar Andi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA