Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Ini Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2016

Jumat 14 Aug 2015 15:48 WIB

Rep: Satria Kartika Yudha/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Presiden Joko Widodo berjalan menuju mimbar untuk memberikan pidato kenegaraan pertamanya dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 2015 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).  (Republika/Raisan Al Farisi)

Presiden Joko Widodo berjalan menuju mimbar untuk memberikan pidato kenegaraan pertamanya dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 2015 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8). (Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,5 persen pada 2016. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI terkait RAPBN 2016 di MPR-DPR RI, Jumat (14/8).

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2016 ditargetkan 5,5 persen," kata Jokowi dalam pidatonya.

Jokowi menjelaskan, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen sudah memperhitungkan kondisi ekonomi global yang diproyeksikan membaik. Sehingga, kinerja ekspor impor serta permintaan global atas produk-produk Indonesia juga meningkat.

Berikut asumsi  Makro RAPBN 2016

1. Pertumbuhan Ekonomi : 5,5 persen

2. Laju Inflasi: 4,7 persen

3. Kurs: Rp 13.400 per dolar AS

4. Suku bunga SPN 3 bulan: 5,5 persen

5. ICP: 60 dolar AS per barel

7. Lifting migas: 1,985 juta barel setara minyak per hari. Terdiri dari produksi minyak bumi 830 ribu barel per hari, gas bumi 1,555 juta barel setara minyak per hari.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA