Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Alquran Tertua Berlapis Emas Ditemukan di India

Kamis 13 Aug 2015 06:21 WIB

Rep: c27/ Red: Ani Nursalikah

Polisi distrik Mysuru di India menemukan Alquran berlapis emas yang merupakan Alquran tertua di India berusia 410 tahun.

Polisi distrik Mysuru di India menemukan Alquran berlapis emas yang merupakan Alquran tertua di India berusia 410 tahun.

Foto: M A Sriram/onislam

REPUBLIKA.CO.ID, KARANATAKA -- Kembali ditemukan salinan Alquran yang kini berasal dari tanah India. Salinan ini diyakini berasal dari periode penguasa Mughal, Akbar yang menjadi pemimpin setidaknya empat abad lalu.

"Meskipun saya telah melihat banyak salinan Alquran di India, saya belum melihat satu pun yang setua ini," ujar sejarawan Prof Sheikh Ali kepada The Hindu yang dilansir dari OnIslam, Kamis (13/8).

Menurut Prof Sheikh Ali, tidak ada informasi jelas perihal Alquran tersebut. Namun, ia yakin Alquran tersebut didedikasikan untuk alim ulama pada masa itu. Naskah Alquran berlapis emas yang diperkirakan berusia empat abad ini ditemukan polisi di distrik Mtsuru bagian selatan Karnataka.

Sebuah perkumpulan yang membeli salinan Alquran berusia 410 tahun dari orang anonim di Hyderabad ini berencana menjualnya. Menurut polisi, mereka menawarkan harga Rs 5 crore, sekitar 776.754 dolar AS kepada pembeli yang berminat.

"Ketika kita mengintai mereka yang mencoba menjual buku berharga dengan berbagi video, tim polisi mendekati mereka di KR Nagar menyamar sebagai calon pembeli," ujar Inspektur Polisi distrik Mysuru, Abhinav Khare.

"Ini ditulis pada 1050 dalam kalender Hijriah, yang berarti 1605 masehi, yaitu sekitar periode ketika Dinasti Mughal mencapai puncak kejayaan di India dan saat Akbar digantikan oleh Jehangir," ujar sejarawan Ali.

Penemuan ini juga tidak hanya menjadi penyelamatan kitab suci umat Islam yang berasal dari abad-bada lalu, tapi juga menurut Prof Ali ini adalah sebuah karya seni.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA