Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Berlaga di Bogor, Atlet Dunia Gunakan Angkot sebagai Sarana Transportasi Resmi

Selasa 11 Aug 2015 22:08 WIB

Red: M Akbar

Angkot di Kota Bogor

Angkot di Kota Bogor

Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Panitia Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat ke-8 memberdayakan sarana angkot sebagai transportasi resmi para atlet paralayang yang akan bertanding dalam kompetisi tingkat pertama tersebut.

"Ada 13 angkot yang kami berdayakan sebagai transportasi peserta kejuaraan," kata Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) bidang Paralayang Wahyu Yudha saat ditemui pada hari pertama pertandingan resmi Kejuaraan Dunia WPAC di Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8).

Yudha mengatakan angkot jurusan Cisarua tersebut diberdayakan selama kejuaraan berlangsung yakni 9-16 Agustus. Mereka bertugas mengantarkan para atlet kejuaraan dunia dari tempat landing (pendaratan) menuju take off (peluncuran).

Setiap angkot bertugas mengangkut lima atlet dari masing-masing negara, mereka per sekali berangkat dibayar dengan tarif Rp35 ribu. Sehari, jika pertandingan sudah dimulai, supir angkot bisa membawa tiga kali bahkan lebih.

"Untuk sekali berangkat tarif sewa Rp35 ribu, sehari bisa tiga sampai empat kali bolak balik, mereka bisa mendapatkan lebih dari Rp100 ribu sehari," katanya.

Menurut Yudha, penggunaan angkot sebagai transportasi para atlet kejuaraan dunia tidaklah memalukan, bagian dari pemberdayaan masyarakat lokal dari acara bertaraf internasional.

"Justru ini menjadi sesuatu yang unik, beberapa atlet dari Eropa menilai transportasi angkot ini unik dan mereka senang," kata Wahyu.

Salim (52) salah satu supir angkot paralayang sangat bangga bisa terlibat untuk mengantar dan menjemput atlet-atlet dunia paralayang yang bertanding membawa nama negara masing-masing.

"Satu kebanggaan buat kami para supir angkot bisa terlibat dalam acara dunia ini, apalagi ini membawa nama negara. Jadi kami juga terpanggil untuk menyukseskan acara, memberikan pelayanan yang baik," katanya.

Menurut Salim, terbentuknya angkot paralayang sudah dimulai sejak tahun 2000, hingga kini tercatat ada sekitar 13 angkot yang khusus melayani para wisatawan ataupun atlet paralayang di kawasan Puncak.

"Sehari-hari kami juga menarik angkutan, kalau lagi ramai kegiatan paralayang, baru kami melayani tamu-tamu wisawatan yang mencoba paralayang," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA