Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Tak Perlu Listrik, Air Garam Bisa Nyalakan Lampu Ini Selama 8 Jam

Sabtu 08 Aug 2015 17:09 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Lampu SALt yang bisa menyala dengan air garam.

Lampu SALt yang bisa menyala dengan air garam.

Foto: SALt

REPUBLIKA.CO.ID, Pernahkan Anda membayangkan hidup tanpa listrik atau lampu? Barangkali tidak semua orang bisa beruntung menikmati listrik atau lampu dengan mudah. Ilmuwan dari SALt (Sustainable Alternative Lighting) menemukan teknik menciptakan lampu yang bisa menyala selama delapan jam. Lampu ini bukan sembarang lampu karena lampu ini tidak dihidupkan dengan listrik tapi menggunakan segelas air dan dua sendok teh garam. Anda mungkin bisa membayangkan bagaimana jika air laut digunakan untuk menyalakan lampu ini.

Dilansir dari laman ScienceAlert, lampu ini sengaja diciptakan untuk menjawab kegalauan bahwa ada satu miliar orang di dunia ini yang hidup tanpa listrik. Artinya, ketika malam hari, untuk bisa membaca atau melakukan aktivitas, mereka harus menggunakan minyak tanah untuk bisa menyalakan lampu. Hal ini memerlukan biaya yang mahal karena minyak tanah juga bukan lagi barang murah.

Lampu garam yang disebut SALt  ini bekerja dengan prinsip baterai galvanik. Sistem ini terdiri dari laritan elektrolit yaitu air garam, dan dua elektroda. Ketika elektroda ditempatkan dalam elektroliit, energi mampu mengidupkan lampu. Sistem ini bisa menyalakan lampu selama delapan jam sehari selama kurun waktu enam bulan.

Lampu ini telah diuji coba di Filipina. Di Filipina, sebanyak 7.000 pulau belum memperoleh listrik. Tim Salt memutuskan untuk mendistribusikan lampu ini untuk mesyarakat Filipina. "Air laut bisa berfungsi menghidupkan lampu. Rata-rata, air laut memiliki salinitas 35 gram dalam 1.000 gram air. Anda bisa menggunakan air laut untuk menghidupkan lampu ini kapan saja," ujar tim.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA