Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Relasi Van Gaal, MU dan Club Brugge

Sabtu 08 Aug 2015 07:32 WIB

Red: Didi Purwadi

Louis van Gaal

Louis van Gaal

Foto: REUTERS/Phil Noble

Oleh: Muhammad Iqbal
Redaktur Republika

Sebagaimana pelatih-pelatih sepak bola papan atas dunia, karier Louis Van Gaal ketika aktif sebagai seorang pemain jauh dari kata mengesankan. Maklum, Van Gaal hanya berkecimpung di klub-klub semenjana. Singkat cerita, tatkala masih berstatus pesepakbola amatir, Van Gaal merintis jalan kesuksesan bersama RKSV de Meer.  

Setelah memasuki usia 20 tahun, pria kelahiran 8 Agustus 1951 ini, mencoba meniti karier dengan bergabung ke klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam. Namun, nahas bagi Van Gaal. Dirinya hanya berkutat di tim pelapis sepanjang musim 1972-1973.  

Begitu sulit menembus tim utama Ajax. Tapi, jika dicermati lebih dalam, fakta ini tidaklah mengejutkan. Sebagai seorang gelandang tengah, kelas Van Gaal ketimbang playmaker flamboyan Ajax maupun tim nasional Belanda Johan Cruyff maupun gelandang karismatik Johan Neeskens, ibarat langit dan bumi.  

Tanpa pikir panjang, semusim berselang, Van Gaal pun memilih hengkang dan mencoba peruntungan di negara tetangga, Belgia. Royal Antwerp jadi klub pilihan pria bernama lengkap Aloysius Paulus Maria van Gaal tersebut. Karirnya tergolong moncer.  

Meski gagal mengantarkan Antwerp jadi jawara liga Belgia, Van Gaal berhasil mengantarkan klub kelahiran 1880 itu sebagai runner up kompetisi pada tahun 1974 dan 1975.  Secara kumulatif, sampai dengan 1977, Van Gaal tampil dalam 41 laga plus koleksi tujuh gol.   
   
Setelah empat tahun berkarier di Belgia, lelaki kelahiran Amsterdam ini pun kembali ke tanah kelahirannya. Telstar, Sparta Rotterdam hingga AZ Alkmaar merupakan sederet klub yang diperkuatnya sampai pensiun pada 1987. Sebelum gantung sepatu, di pengujung kariernya sebagai pemain, Van Gaal sempat menjadi asisten pelatih.
 
Kisah indah Van Gaal ketika membela Antwerp di persepakbolaan Belgia jadi salah satu poin perbincangan selepas pengundian babak play off Liga Champions 2015/2016, Jumat (7/8). Klub asuhannya, Manchester United akan bertemu wakil Belgia Club Brugge.  Laga leg pertama akan dihelat di Old Trafford, Selasa (18/8) waktu setempat.  

Sepekan berselang, kedua kubu kembali saling sikut di Jan Breydel Stadium. "Senang bisa kembali ke Belgia," ujar Van Gaal dilansir akun Twitter resmi United, Sabtu (8/8). Van Gaal menyebut, Brugge merupakan lawan pertama yang dihadapi kala debutnya membela Antwerp medio 1970an.  

Namun, pernyataan Van Gaal kontradiktif dengan fakta yang tertera di laman resmi Royal Antwerp Football Club Archive. Sebab, menurut catatan, lawan yang dihadapi Van Gaal bersama Antwerp pada debutnya per 1 Mei 1973 adalah K. OLSE Merksem S.C. Laga perdana yang terasa manis berkat sebuah gol yang dicetak Van Gaal dalam pertandingan yang berujung bagi kemenangan Antwerp 1-5 tersebut.     

Terlepas dari ketidaksesuaian di atas, Van Gaal menilai Brugge adalah lawan tangguh. Apalagi, di fase sebelumnya, wakil Yunani Panathinaikos pun disikat tiga gol tanpa balas. "Musim lalu pun mereka menembus perempat final Liga Europa dan menyelesaikan Liga Belgia di peringkat kedua," kata bekas arsitek tim nasional Belanda ini.  

Meskipun demikian, Van Gaal meyakini, tim asuhannya akan mampu menyingkirkan Brugge sekaligus memastikan satu tempat di babak penyisihan grup Liga Champions. Kepercayaan diri seluruh komponen klub jadi kata kunci. ''Kami bertekad untuk memperlihatkan kemajuan di kompetisi ini,'' ujar Van Gaal. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA