Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Ini Alasan Wanita tak Bisa Master Chef Sushi

Sabtu 08 Aug 2015 05:48 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Indah Wulandari

Cutting edge technology, penyajian baru sushi di Jepang

Cutting edge technology, penyajian baru sushi di Jepang

Foto: Japan Today

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Selama ini kita mungkin bertanya-tanya mengapa kebanyakan pembuat sushi adalah laki-laki. Jawaban atas teka-teki itu akhirnya terkuak. Sebuah film dokumenter produksi 2011 berjudul 'Jiro Dreams of Sushi' mengungkap alasan mengapa pembuat sushi didominasi para pria. Jiro Ono dikenal sebagai master pembuat sushi yang tersohor.

Anak master sushi Jiro Ono, Yoshikazu Ono, dalam film tersebut mengatakan ada alasan biologis di balik minimnya chef sushi wanita. Para wanita mengalami masa menstruasi dan menurut Yoshikazu siklus tersebut mengganggu indera perasa.

"Untuk menjadi master chef kita butuh indera perasa yang stabil dan itu tidak dimiliki wata ketika mereka sedang datang bulan," ungkap pria yang sehari-hari bekerja di restoran sushi ayahnya di kawasan Ginza ini.

Foxnews melaporkan meski wawancara dalam film tersebut sudah dibuat empat tahun silam, pendapat yang dilontarkan Yoshikazu masih dianggap relevan hingga saat ini.

Anggapan bahwa wanita tak layak jadi master di bidang kuliner ternyata tak hanya dilontarkan oleh Yoshikazu. Sejumlah chef profesional dunia juga meyakini bahwa parfum dan make up yang dipakai wanita dianggap menggangu indera penciuman. Indera penciuman yang terganggu akan membuat proses memasak dan menghidangkan makanan menjadi tidak optimal.

Namun, surat kabar New York Times memuat alasan lain mengapa wanita tak bisa menjadi ahli pembuat sushi. Surat kabar AS tersebut menjelaskan tangan wanita dianggap terlalu hangat sehingga membuat nasi yang dipakai membuat sushi terlalu matang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA