Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

John Chu Kreasikan Kue Bulan Isi Cokelat

Jumat 07 Aug 2015 09:10 WIB

Rep: MGROL 41/ Red: Indira Rezkisari

Tahun ini Hotel JW Marriott Jakarta mengeluarkan varian baru mooncake, salah satunya berisi rasa cokelat.

Tahun ini Hotel JW Marriott Jakarta mengeluarkan varian baru mooncake, salah satunya berisi rasa cokelat.

Foto: dok JW Marriott Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, Tahun ini, Pearl Chinese Restaurant di Hotel JW Marriott Jakarta kembali meluncurkan berbagai kreasi kue bulan atau moon cake. Adalah Executive Chef Jonh Chu yang menjadi otak di balik aneka rasa baru kue bulan JW Marriott. 

Menyambut festival musim semi kali ini kue bulan diracik menggunakan aneka isian, mulai dari lotus, cokelat, kacang merah, dan lainnya. Termasuk andalan tahun sebelumnya yakni berkulit snow white. 

“Tahun ini kita ada variasi terbaru, anak-anak suka cokelat jadi kita sesuaikan saja selera rasanya biar pengunjung tidak bosan," ujarnya. Variasi isi kue bulan memang tidak berbatas. John Chu pernah mencoba kue bulan dengan isi tiramisu hingga teh hijau. Tapi juru masak asal Malaysia itu mengatakan rasa yang paling laris tetap yang orisinal. 

Kue ini di Cina biasanya dimakan saat acara tertentu. Keluarga Ciba juga mempunyai tradisi unik memberikan keluarga, tetangga, dan rekannya kue bulan pada perayaan tertentu. 

Di JW Marriott Jakarta, satu kue berukuran kecil dihargai Rp 58 ribu per kue. Sementara untuk ukuran besar dihargai Rp 88 ribu per satuannya. 

Berbagai paket sebagai bingkisan turut tersedia. Untuk paket kue bulan berukuran kecil dikenai harga senilai Rp 468 ribu per paket berisi enam buah kue dan  berukuran besar berisi empat kue dihargai Rp 488 ribu per paket.

Kue bula bertahan satu bulan apabila dalam suhu ruangan. Untuk membuatnya lebih awet Anda bisa meletakkannya di dalam kulkas. 

Chef John Chu juga telah mematahkan pendapat bahwa kue ini harus diracik memakai minyak babi. Seluruh kue bulan di sini diracik tanpa menggunakan minyak babi. Bahan-bahannya namun kebanyakan diimpor dari luar negeri seperti Hongkong. “Bahan–bahan lebih enak beli di luar negri karena faktor kebersihan, standar kualitas, dan rasanya lebih enak,” kata John Chu.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA