Friday, 18 Jumadil Akhir 1443 / 21 January 2022

Arab Saudi Kirim Peralatan Militer ke Yaman

Jumat 07 Aug 2015 05:34 WIB

Red: Julkifli Marbun

Tentara Arab Saudi berjaga di perbatasan Yaman.

Tentara Arab Saudi berjaga di perbatasan Yaman.

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, ADEN -- Arab Saudi telah mengirimkan peralatan militer baru, termasuk tank, ke Yaman untuk menyokong para loyalis yang sedang memerangi pemberontak Huthi dukungan Iran, kata berbagai sumber, Kamis (6/8).

"Lusinan tank, kendaraan lapis baja, kendaraan pengangkut personel serta ratusan tentara Yaman yang dilatih di Arab Saudi, tiba di Yaman semalam" melalui pos perbatasan Wadia di Yaman utara, kata seorang sumber militer Yaman kepada AFP.

"Penguatan militer ini datang dari wilayah Sharura, Arab Saudi, dan ditujukan bagi pemberontakan populer serta tentara nasional," kata sumber militer lainnya, mengacu pada pasukan yang setia kepada presiden Yaman, Abedrabbo Mansour Hadi --yang saat ini berada di pengasingan di Riyadh.

Sejak 26 Maret, koalisi militer pimpinan Saudi menyokong para loyalis dengan melancarkan serangan udara untuk menghentikan pergerakan pemberontak Huthi. Kelompok pemberontak itu tahun lalu mengambil alih kendali ibu kota Sanaa dan meluaskan kekuasaannya ke kota kedua di Yaman selatan, Aden, awal tahun ini.

Sumber-sumber di kalangan suku mengatakan kepada AFP bahwa penguatan pasukan sedang diarahkan menuju provinsi Mariv di barat Sanaa dan Shabwa di tenggara, "untuk mendepak Huthi dan sekutu-sekutunya" dari provinsi-provinsi tersebut, tempat pertempuran sengit terus berlangsung.

Pasukan pro-Hadi terus bergerak menguasai wilayah selatan negara itu setelah merebut kembali Aden bulan lalu serta menduduki pangkalan udara terbesar Yaman, Al Anad, pada Selasa.

Seorang sumber militer, Senin, melaporkan keberadaan "ratusan tentara dari negara-negara Teluk" anggota koalisi di Aden, tempat mereka tiba dengan "lusinan tank dan kendaraan antipeluru" untuk "mengamankan kota".

Pada Kamis, pasukan propemerintah dan pemberontak melakukan pertukaran tahanan, kata Komite Internasional Palang Merah --yang memantau operasi tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA