Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Pengamat: Inflasi Masih Bisa Lebih Tinggi

Senin 03 Aug 2015 16:12 WIB

Rep: C03/ Red: Teguh Firmansyah

Pedagang sedang memilah cabe merah di pasar tradisional, Jakarta, Senin (3/8).

Pedagang sedang memilah cabe merah di pasar tradisional, Jakarta, Senin (3/8).

Foto: Republika/ Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID,JAkARTA --  Pengamat Ekonomi Indef Ahmad Heri menilai inflasi masih bisa lebih tinggi atau mendekati angka Juli sebesar 0,93 persen.

Ini lantaran masih ada beberapa momen besar yang akan terjadi hingga akhir 2015. Di antaranya yakni hari raya Idul Adha, Natal dan tahun baru.

"Kalau hari raya, permintaan untuk belanja meningkat. Kebutuhan bahan pangan akan meningkat. Otomatis akan meningkatkan harga," kata Heri saat dihubungi //ROL//, Senin (3/8)

Belum lagi fenomena kekeringan, kata Heri, akan menghambat suplai bahan pokok. Sementara pada Desember diperkirakan akan menjadi inflasi tertinggi kedua.

"Saat natal dan tahun baru, inflasi akan disumbang besar oleh sektor transportasi. Karena banyak yang liburan. Sementara Agustus-November, pemerintah harus mewaspadai fenomena El Nino yang dapat mengganggu stok pangan akibat banyak sawah yang kekeringan," ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA