Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

30 Ribu Desa di Indonesia Belum Teraliri Listrik

Ahad 02 Aug 2015 22:35 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ilustrasi

Petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ilustrasi

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID,  JOMBANG -- Sebanyak 30 ribu desa di Indonesia sampai saat ini masih belum teraliri listrik.

"30 ribu desa masih belum teraliri listrik. Paling banyak di luar Jawa," kata Staf Ahli Kementerian ESDM Tri Mumpuni Wiyatno ditemui dalam seminar ekonomi di Kampus Universitas Darul Ulum Jombang, Minggu.

Dia mengatakan kendala masuknya listrik ke desa tersebut adalah infrastruktur dan belum tertatanya organisasi di masyarakat.

Sebenarnya, kata dia, banyak potensi sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan untuk menciptakan sumber daya listrik, seperti dari air, angin, sampai biogas. Namun, belum semua masyarakat mengetahui bagaimana memanfaatkan sumber daya alam itu untuk kepentingan masyarakat.

Ia mengaku mempunyai berbagai macam pengalaman untuk menjadikan potensi sumber daya alam menjadi listrik. Ia sering membuat proyek untuk mengembangkan kemandirian masyarakat di kawasan terpencil melalui pembangkit listrik tenaga mikro hidro.

Dengan menggunakan tenaga air, mampu diciptakan aliran listrik di daerah terpencil. Mereka tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan listrik, sebab di daerahnya sudah bisa memproduksi listrik dari tenaga air.

Ia mengatakan, dari pengalamannya sudah ada 82 desa yang berhasil mempunyai sumber daya listrik dari hasil pengolahan potensi di daerah mereka.

"Kami persiapkan komprehensif, sehingga jika diterapkan tidak akan menjadi proyek pemerintah yang seperti biasanya, cepat rusak. Kami ingin berikan yang berbeda," katanya.

Nantinya, lanjut dia, terdapat sejumlah daerah di Jawa Timur yang akan menjadi daerah sebagai proyek pekerjaan tersebut. Pemerintah akan membantu dalam segi keuangan dan nantinya dalam realisasinya juga melibatkan masyarakat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA