Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

GoetheHaus Putar Film Kisah Pekerja Migran Indonesia di Belanda

Ahad 02 Aug 2015 07:40 WIB

Red: Winda Destiana Putri

Goethehaus Jakarta

Goethehaus Jakarta

Foto: Goethehous

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemutaran film dan diskusi "Dispereet Niet: Pekerja Migran Indonesia di Belanda" digelar di GoetheHaus, Jakarta, Jumat malam lalu.

Acara yang dihadiri ratusan pengunjung tersebut merupakan kerja sama antara Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) Netherlands dengan dukungan Komnas Perempuan.

"Lewat film ini, kami ingin orang-orang melihat apa yang sebenarnya terjadi pada pekerja migran di sana, utamanya yang tak memiliki dokumen lengkap," kata Yasmin Soraya dari IMWU Netherlands dalam sambutannya di Jakarta.

Film karya sutradara Irwan Ahmett itu mengisahkan tentang persoalan dan sisi lain pekerja asal Indonesia yang berada di Belanda. Film berdurasi 1 jam 6 menit ini, diinisiasi oleh pekerja asal Indonesia yang tinggal di Belanda.

Disperereert Niet sendiri Bahasa Indonesia memiliki arti jangan berputus asa. Sebuah paradox yang dipilih Irwan Ahmett dari semboyan JP Coen yang merupakan pahlawan bangsa Belanda tapi musuh Indonesia.

Irwan Ahmett, mengatakan, pembuatan film ini didasari oleh hal yang paling sederhana. Yakni menyampaikan persoalan dan masalah, mulai dari individual, komunitas hingga kemanusiaan.

Dalam film yang dibuat sekitar satu tahun itu, mengangkat persoalan masalah upah, jam kerja dan keamanan dari pelecehan seksual hingga keluar rumah, baik untuk keperluan pribadi maupun pekerjaan.

"Persoalan yang terjadi di Belanda adalah sebuah polemik yang berkaitan dengan konteks sejarah antara Indonesia dan Belanda. Saya di sini mencoba mengurai benang kusut dengan merefleksikan temuan-temuan dari kehidupan teman-teman pekerja migran di sana. Saya banyak main di simbol. Domestic worker di sana sudah jadi simbol budaya tapi tidak mendapat pengakuan sebagai profesi," kata Irwan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA