Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Petisi Penyelamatan Peternakan Wagyu Diluncurkan

Rabu 29 Jul 2015 19:43 WIB

Red: Indira Rezkisari

Peternakan sapi milik Blackmoore di Victoria.

Peternakan sapi milik Blackmoore di Victoria.

Foto: ABC News

REPUBLIKA.CO.ID, Juru masak selebriti Australia, Neil Perry, meluncurkan petisi di internet yang mendesak Pemerintah Victoria ikut campur menengahi kasus dilarangnya produsen daging sapi wagyu terkenal dan terbaik di Australia membiarkan ternaknya bebas merumput di lahan peternakan mereka sendiri karena keluhan dari para tetangga.
 
David Blackmore telah mengelola peternakan sapi miliknya yang berlokasi di Alexandra, sekitar 3 jam dari Kota Melbourne selama 12 tahun. Empat tahun yang lalu dia mengeluarkan 1.350 ternak sapinya dari tempat penggemukan (feedlot) agar sapi-sapinya bisa hidup bebas merumput di lahan peternakan miliknya seluas 150 hektare sampai mereka siap disembelih.
 
"Ternak-ternak ini bangun dan makan, minum dan memakan rumput segar sepanjang hari, hal yang tidak bisa mereka lakukan ditempat penggemukan sapi (feedlot)," kata Blackmore. "Ternak-ternak itu lebih bahagia di sini," tambahnya.
 
Saat ini ternak sapi dari peternakan Blackmore diekspor ke lebih dari 20 negara dan memasok daging sapi di sejumlah restoran terkemuka di Australia.
 
"Dave Blackmore merupakan produsen daging sapi wagyu terbaik di Australia dan tidak diragukan lagi, mengingat saya pernah mencicipi wagyu di seluruh dunia," kata Perry. "Saya kita di luar Jepang, Dave Blackmore merupakan produsen wagyu terbaik yang pernah ada," katanya.
 
Meski peternakan sapi wagyu milik Dave Blackmore telah mendapatkan dukungan dari selebriti dan juga dukungan dari sejumlah pejabatnya, Pemerintah Kota Murrindindi tetap menolak memberikan izin bagi peternakan intensif milik Blackmore.
 
Pemerintah Murrinindi sendiri telah menerima laporan keluhan dari tetangga Blackmore mengenai bau tidak sedap dan suara berisik dari ternak-ternak tersebut. David Blackmore tengah mempertimbangkan menjual lahan peternakannya dan punya waktu sekitar dua bulan untuk memutuskan apakah akan mengajukan gugatan banding ke Pengadilan Tata Kota Victoria. Neil Perry sangat marah dengan keputusan ini.
 
"Gila sekali kalau peternakan kelas dunia yang menerapkan teknik peternakan sesuai standar dunia tidak diberikan izin untuk membuka peternakan 3 jam dari Kota Melbourne katanya.
 
Dalam petisinya di internet, chef Perry mendesak Menteri Pertanian Victoria, Jaala Pulford, Menteri Pertanian Federal, Barnaby Joyce dan Menteri Utama Victoria, Daniel Andrews mendukung dan tidak menghalangi praktik peternakan terbaik Australia dengan memberikan kembali 'hak untuk beternak' pada David Blackmore.
 

sumber : http://australiaplus.com/indonesian/2015-07-28/chef-selebriti-australia-luncurkan-petisi-penyelamatan-peternakan-sapi-wagyu-di-victoria/1475058
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA